Pilih Caleg Yang Punya Peluang – Bukan Karena Punya Uang

by
IMG-20190408-WA0507

Makassar , Bratapos.com – Kontestasi demokrasi tinggal menghitung hari menuju puncak pesta demokrasi pemilihan capres dan calon legislatif yang di lakukan secara serentak pada tangga 17 April  2019. Adapun politik modern sekarang yang bisa diprediksi dengan angka-angka berdasarkan hasil survey menyajikan hasil cukup banyak caleg yang kemudian hampir pasti tereleminasi dari posisi sebagai caleg potensial untuk terpilih.

Calon Legislatif (Caleg) DPRD kota makassar, Viani octavius,SH.MH dari partai Golkar No.urut :10 untuk kec. Panakkukang dan kec. Manggala sangat optimis dapat memenangkan Pileg 2019 Dapil -4  DPRD kota Makassar.

“Viani octavius,SH.MH mengatakan ayo mari mencoplos, sesuai dengan pilihan kita di setiap TPS masing-masing warga masyarakat dan supaya tidak ada yang Golput  ,”ujarnya Senin, (8/04/2019)

“Kita harus punya keinginan yang sama untuk mewujudkan peradaban politik yang bermartabat guna melahirkan anggota legislatif  yang  bersih dan aspiratif, peduli dan berani dengan tidak melakukan politik uang dan politik transaksional  dalam segala bentuknya untuk secara pragmatis menjual suara demokrasi kata Sang Advokat usai mengikuti orasi politik kebangsaan di Hotel Claro

Pemilih yang cerdas sebagai hasil edukasi  politik dari sosialisasi yang dilakukan berbagai stakeholder penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, Parpol, berbagai elemen organisasi dari masyarakat pemilih sebelum memahami hal teknis tentang cara mencoblos, mengawasi dan menggunakan hak suara dengan benar, rupanya dengan cara mereka telah menyeleksi eksistensi para caleg yang ujug-ujug jadi caleg tanpa pernah mereka tahu,dengar dan lihat secara langsung berproses dipartai politik, atau setidak-tidaknya punya kapasitas, rekam jejak keterlibatan pada kegiatan dimensi kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara dibanding caleg yang yang mereka tahu rekam jejak dan punya kapasitas sebagai politisi.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa secara pragmatis hampir cukup banyak caleg yang justru mengedepankan kapasitas para vote getter-nya,tokoh agama, tokoh masyarakat,  timses atau hal lain diluar kapasitas dirinya untuk mendapatkan dukungan dari pemilih. Kondisi seperti ini jelas rawan berada pada lahirnya politik uang  dan politik transaksional yang irrasional, yang akhirnya bermuara pada rumah parlemen akan diisi oleh para pialang politik, yang tidak punya kapasitas dan kompetensi, jika pada saat yang sama masyarakat terjebak pada pragmatisme untuk harga suara demokrasinya dengan memilih caleg tersebut dan atau suara tersebut hanya sia-sia karena tidak menghasilkan keterpilihan caleg yang terjerat dengan politik uang dan politik transasksional.

Mengusung tagline politik yang BERANI, ASPIRATIF, PEDULI, Sang Advokat,organisatoris handal yang sampai sekarang tetap seorang aktifis,pejuang keadilan dengan trackrecord yang panjang sebagai organisatoris yang malang melintang terlibat sejak mahasiswa dalam berbagai organisasi dan  aktifitas pada dimensi berbangsa, bernegara dan bermasyarakat serta menggereja, yang mempunyai spirit dan energi serta memahami hukum terkait fungsi seorang legislator yaitu :

“Masih lebih dari cukup waktu untuk mendukung dengan milih caleg yang punya peluang, bukan karena punya uang guna mewujudkan wajah parlemen dalam konfigurasi Indonesia akan diisi oleh personal yang  berani,aspiratif dan peduli serta  berintegritas tinggi sebagai legislator yang punya peluang yang sangat besar menjadi wakil rakyat di Kota Makassar.

Memilih caleg yang berpeluang untuk menjadi wakil rakyat jauh lebih bermartabat dan berarti karena bukan sekedar memilih, tapi sekaligus cerdas memilih caleg yang berintegitas dan punya kompetensi dibanding memilih karena jebakan kapasitas diluar diri caleg tersebut atau karena politik uang dan politik transaksional.

Reporter : Faulus

Editor : dr

Publisher : Redaksi

Facebook Comments