PT.SINTONG ABADI KANGKANGI UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA

by
IMG-20190407-WA0070

Asahan , Bratapos.com – Pabrik pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yaitu PT.Sintong Abadi di Desa Hesa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan telah terbukti membuang limbah yang diduga beracun (Limbah B3)yang berasal dari hasil pengolahan kelapa sawit PT.SINTONG ABADI ke Sungai Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat.kabupaten asahan.

Padahal Sungai tersebut di Desa Sei Lama sudah sejak dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber kehidupan baik air minum,mencuci pakaian,mandi,mencuci beras dan keperluan lainnya.

Dampak dari pembuangan limbah itu membuat air sungai berubah warna menjadi coklat tua bahkan kehitam hitaman serta berbusa dan mengeluarkan aroma yg menyengat hidung.

Berdasarkan keterangan warga disekitar bantaran sungai,dengan adanya pembuangan limbah di aliran sungai itu tepatnya di Dusun XI Kapitan sangat berdampak fatal. Pasalnya, masyarakat setempat sudah tidak bisa sepenuhnya menggunakan air sungai tersebut sebagai sumber kehidupan ekosistem hayati karunia dari tuhan.Dengan keadaan air sungai yang menjadi kotor, bau dan kondisi air sungai yang tampak menghitam.

“Sulit buat kami sekarang untuk mendapatkan air bersih. Terpaksa untuk kebutuhan minum kami membelinya dari depot air,” ungkap warga sekitar

Di tempat terpisah, warga lainnya yang minta dirahasiakan identitasnya menuturkan, jika mau mencuci dan mandi harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membuat sumur bor sedangkan untuk membuatkan sumur biasa percuma saja karena air tanahnya juga berbau air kotoran.

“Semenjak pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT.SINTONG ABADI berdiri kami sudah tidak bisa lagi menggunakan air sungai tersebut sama sekali.Warga berharap apartur negara yang terkait mau untuk turun tangan dalam mengatasi permasalahan ini.

Ditempat terpisah ketua DPW LKLH(Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup) Bapak Indra Mingka menjabarkan secara singkat bahwasanya, PT.SINTONG ABADI sudah melakukan pelanggaran pasal 20 ayat (5) huruf b, Undang-Undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH.

Pada pasal 104 UU.32 Tahun 2009 tersebut diatas berbunyi: Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

IMG-20190407-WA0068

“Ini jelas perbuatan tindak pidana yang harus segera di laporkan,Maka dengan ini kami akan mendesak secara laporan tertulis kepada Kasi I Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah SUMUT untuk menindak PT.SINTONG ABADI .” tutup bapak Indra mingka kepada media BRATAPOS SUMUT.

Reporter : HANDRIANTO

Editor : dr

Publisher : Redaksi

Facebook Comments