Wartono , Kepala sekolah SMK 4 Pati diduga lakukan Pungli Pengambilan Ijazah Siswa

by
Wartono Kepala sekolah SMKN 4 Pati ( Tengah ) / foto hadi
Wartono Kepala sekolah SMKN 4 Pati ( Tengah ) / foto hadi

PATI , Bratapos.com – Kepala sekolah SMK 4 Pati,  Wartono MM,   di duga kuat  melakukan pungli  secara massif dengan menekan  wali murid untuk membayar biaya   Pengambilan  Ijazah siswa tahun 2018  .

Melalui Bratapos.com . seorang korban Pungli an. Teguh Twi Laksono(19 Th)  siswa  dari nglamban , Mintorahayu , Winong pati dengan   jurusan  Permesinan  II, mengeluhkan semua permasalahannya terkait  kesulitannya  mengambil Ijazah yang ditahan Fihak sekolah tersebut .

Lalu melalui  perwakilan wali siswa  yaitu kakaknya  “Bagas” dan “Puput” , mengklarifikasi hal itu  membenarkan bahwa  Wartono  Kepala sekolah SMK4 Pati yang terbukti jelas -jelas telah  menahan Ijazah adiknya  , namun “Kepala sekolah itu berkilah,  bersikukuh mengatakan  tidak  melakukan pungli dan menahan  ijazah siswanya , kilahnya lagi  bahwa fihaknya hanya menerbitkan  SKL agar  siswa membayar sejumlah uang yang disebutkan sekitar Rp. 6 juta  Rupiah” papar Mas bagas dan  mbak Puput   dalam keterangannya kepada Media Jurnalis Bratapos .

Kejadian ini terjadi  sekitar  Bulan juni 2018 , Fihak Korban memohon pinjam ijazah Adiknya “TDL” tersebut  dan meminta toleransi pembayaran , karena suatu keadaan yang kepepet , ibunya sakit -sakitan , bapaknya  yang hanya kuli perantauan di Kalimantan belum begitu banyak membantu sehingga  baru bisa membayarkan sejumlah Rp. 4 juta  dan lainnya menyusul , namun oknum Kepala sekolah terkesan  tidak mau tahun ” wes pokomen kudu mbayar , nek ra mbayar jangan harap menerima  ijazah nya ” pernyataan itu  dikatakan secara Vulgar ,  arogan  dan sinis .

Dengan santainya  mengatai-ngatai wali siswa itu dengan istilah   yang  sangat tidak sedap didengar oleh telingan  ” katanya  siswa tersebut  malas membayar  biaya pengambilan  ijazah yang termasuk biaya penadatanganan ijazah . Lebih lanjut ” Kepala sekolah itu tegaskan kalau sekolah ini  Memang bener” Negeri tetapi rasa swasta” sebab  80 persen pegawainya  semua honor swasta dibebankan sekolah lainnya  negeri” Katanya .lalu  dengan serta merta mengusir  kedua wali itu dari ruangan Kepala sekolah .

Atas  Kejadian pengusiran ini Kemudian   Melalui Baratapos.com  Mengklarifikasi  kepada Dinas pendidikan kabupaten Pati , melalui  Ponsel seorang  sekretaris di Dinas yang tidak mau disebutkan namanya , mengatakan ucapan “terimakasih secara normatif”,  Fihak siswa mau melaporkan permasalahn ini ke  dinas , dan mohon kerjasamanya lagi  untuk melaporkan saja,  jika ada  ketimpangan  pelayanan sekolah yang tidak  transparan  dan  tidak etis kepada  Masyarakat .

Fihak Keluarga  siswa , sangat menyayangkan  kebijakan yang tidak serempak  di SMK  SMK  di Pati tentang beberapa jenis  pungutan dan besaran Pungutan terkait  yang dikomulasi pada saat akhir  Pengambilan Ijazah tersebut .

Atas Kejadian ini , “kami   sangat menyayangkan Perlakuan  Kepalas Sekolah ini dan  akan menyapaikan kepada Gubernur Jawa tengah sebagai  penanggung jawab SMK se_ Jawa Tengah dengan harapan atas  kebijakan bapak gubernur Jawa tengah  untuk  Menegur , menginvestigasi , menertibkan  SMK 4 ini  , dan agar  ada peringatan terbuka dan tertulis  agar sekolah ini membenahi birokrasinya di dalam  dan  memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat” pungkasnya.

Reporter : Sholihul Hadi

Editing : zai

Publisher : Redaksi

Facebook Comments