Tampil Di PRSU Ke 48 Padangsidimpuan Bersinar Lewat Seni Budaya

by
FB_IMG_1554442031839

PADANGSIDIMPUAN, Bratapos.com – Ribuan pasang mata tertuju ke Panggung Open Stage Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di Jalan Gatot Subroto, Tapian Daya, Medan, baru-baru ini, Seorang Pria dengan Stelan Jas Hitam dipadu Peci dan kain sarung di bahu, didatangi wanita berhijab dan berkebaya merah.

Saat itu, si pria menyanyikan lagu berbahasa Batak Angkola dengan judul ‘Marsak’. Sebuah lagu yang mengisahkan kegalauan hati seorang pria, karena merindukan pujaan hatinya yang sekian lama tidak ada kabar berita, di pertengahan tembang lagu atau saat si pria menanyakan dimana kekasihnya saat ini, “dia… ho… dia….?” (dimana… oh… dimana ?). Tiba-tiba si pujaan hati melangkah dari kerumunan massa menuju Panggung, Mendekati si pria dan seolah mengatakan “Aku ada di sini Bang”. Riuh sorak dan tepuk tangan penonton menggema memenuhi open stage PRSU.

Pria itu tidak lain Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH, dan wanita itu adalah Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Derliana Irsan Siregar, Ini kisah nyata dan sama sekali tanpa settingan atau perencanaan sebelumnya. Semua mengalir begitu saja dan tak seorangpun menduga akan seperi ini, Pengarah acarapun bingung dan akhirnya tertawa.

Kemeriahan malam pagelaran seni budaya mengusung tema GESID BERSINAR (Gerakan Sidimpuan Berkarakter, Bersih, Aman, Sejahtera) dilengkapi lagu ‘Ketabo-ketabo’ yang ditembangkan Wakil Wali Kota Ir. H. Arwin Siregar MM bersama istri, Hj. Linda Lovinasari Arwin Hutasuhut MM.

Malam itu, riuh penonton tiada hentinya. Apalagi disuguhi dengan penampilan dua artis lagu-lagu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang sudah melegenda di tengah masyarakat, Rony Saputra Siregar dan Tamsor Hutasuhut.

Tari-tarian seperti tortor surdu-surdu, somba-somba dan konfigurasi tradisional dengan moderen juga disajikan secara silih berganti. Pemuda-pemudi Kota Padangsidimpuan di dalam dan luar daerah turut dilibatkan. Seperti dari Ikatan Mahasiswa Kota Padangsidimpuan (Imakopasid) di Medan yang membawakan tari konfigurasi.

IMG_20190405_123743

Pagelaran ini turut diramaikan Himpunan Mahasiswa Padangsidimpuan (Himma Pasid) dan perkumpulan masyarakat Sidimpuan di Medan. Mereka terhibur, tercerahkan dan terkenang akan kehidupan di kampung. Apalagi dengan adanya opera kisah muda-mudi zaman dahulu yang dikemas sutradara Barita Sahat Pasaribu dengan judul ‘Pancur Paridian”.

Opera ini menceritakan satu keraifan lokal yang mengisahkan kehidupan muda-mudi di kampung pada zaman dahulu, mulai dari berkenalan, berpacaran hingga menikah. Saat itu belum ada telepon selular (HP) sebagi jembatan komunikasi. Surat menyurat sudah ada, tetapi belum begitu dimanfaatkan.

Agar bisa saling mengenal dan bertambatan hati, muda-mudi tidak bisa bertemu dan berbincang sebebas sekarang. Di malam hari yang sunyi, si pemuda mendatangi rumah wanita yang diidamkannya. Dengan menutupkan sarung di kepala dan setengah badan, si pemuda menempelkan telinga ke dinding luar kamar si wanita.

Bahkan, demi menuntaskan misinya, si pemuda masuk ke kolong rumah papan dan dengan suara berbisik memanggil si wanita lewat lobang celah lantai rumah. Inilah yang disebut dengan ‘markusip’, kisah yang melegenda itu.

 Yakin si wanita menyahutinya, si pemuda mulai membuka perbincangan terbatas dinding papan dengan pantun. Si wanitapun membalasnya dengan pantun, hingga keduanya saling suka dan suatu saat sama-sama yakin untuk membina satu rumah tangga atau menikah.

 “Ia bo si dangka ni dulang-dulang, dibaen do on gabe tudosan, Ia bo si boru ni Tulang, bolas dehe au marsitandaan,” kata si pemuda yang ingin berkenalan. “Oisda nilung ni singkoru, na dioban tu Panobasan. Oisda si anak ni Namboru, bolas do da baya marsitandaan,” jawab si wanita.

 Setelah melalui berberapa pertemuan malam yang dibatasi dinding rumah, si pemuda memberanikan diri mengajak si wanita menikah. Setelah menerima jawaban si wanita, si pemuda meminta kepada ayah dan ibunya agar segera melamar idaman hatinya ke calon mertuanya.

Pada opera ini,  sutradara Barita Sahat Pasaribu dibantu Khatib Lubis dan Muhammad Siregar menampilkan kisah ‘markusip’ muda-mudi di Manukkap Tapanuli Selatan atau kampung halaman Ketua TP PKK Padangsidimpuan, Derliana Irsan Siregar.

Sebelumnya atau saat berada di gerbang masuk open stage PRSU, raja adat bersama dengan perangkatnya menyambut Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution dan rombongan. Dalam adat Batak Angkola, pergentian ini disebut ‘Balakka si tolu-toli, adian sisunggul lungun’.

Dengan diiringi musik gondang, rombongan diarak dengan tari tortor menuju panggung utama open stage PRSU. Di sana Wali Kota bersama Wakil Wali Kota bersama istri masing-masing dipakaikan bulang, pakaian adat batak Angkola. Kemudian disematkan ulos atau kain selendang adat.

Kemudian rombongan pria didaulat untuk manortor atau dipatortor. Setelah itu, giliran rombongan perempuan yang dipatortor. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembukaan malam pagelaran seni budaya Kota Padangsidimpuan yang ditandai pemukulan gong.

Hadir Wakil Ketua DPRD Edi Jurianto Harahap bersama anggota Khoiruddin Nasution, Erwin Nasution dan Ali Hotma Hasibuan. Tokoh masyarakat Sumatera Utara Herry Lontung Siregar, Ketua Tim Percepatan Prioritas Pembangunan Padangsidimpuan (TP4) Raja Sahlan Nasution, tokoh masyarakat dan mantan Wakapolres Kompol JW Sijabat, Pimpinan Cabang Bank Sumut, pimpinan OPD dan lainnnya.

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengaku terharu dan berterimakasih atas suksesnya pelaksanaan pagelaran seni dan budaya ini.  Tak lupa, diapresiasinya anak-anak perantuaan di Medan yang hadir dalam acara tersebut.

Didampingi Wakil Wali Kota Arwin Siregar, Irsan mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Berikan kami gagasan dan ide yang mampu memajukan Kota Padangsidimpuan. Sehingga ke depan kota kita terlihat perubahannya,” katanya.

 Terkait pagelaran seni dan budaya ini, Wali Kota Siidmpuan menyebutanya sebagai bagian dari upaya pelestarian adat budaya dan mengembangkannya sehingga tidak hilang dari kehidupan sehari-hari. “Mari berikhtiar memberi yang terbaik untuk Padangsidimpuan,” ajaknya.

Malam pagelaran ditutup penyerahan hadiah utama lucky draw. Setelah itu Wali Kota bersama Wakil Wali Kota, Ketua TP PKK dan Wakil Ketua tampak larut bernyanyi dan menari bersama tim pengisi acara, tamu serta para pengunjung.

Reporter       : FS

Editor             : Nr

Publisher      : Redaksi

 

 

Facebook Comments