Categories
Bratapos Sumbagut Terbaru

Himbauan Kepada Masyarakat, Agar Waspada Ada Penipuan Dengan Modus Kupon Undian Berhadiah

TANGERANG SELATAN, BrataPos.com – Polres Tangerang Selatan, melakukan Jumpa Pers, terkait tindak pidana penipuan. Kali ini para tersangka, dengan modus kupon undian berhadiah. Kamis (28/3/2019) pukul 13.45 WIB. Acara tersebut bertempat di Loby Polres Tangerang Selatana.

Hadir dalam Konferensi Pers tersebut Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP A Alexander, SH., S.IK., MM., M.Si., Kasubag Humas Iptu Sugiyono, KBO Reskrim Ipda Winarno, Dinsos Tangsel Bapak Heri Slamet.

Berdasarkan konferensi pers disebutkan bahwa, untuk mendapatkan barang dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya, adalah hukum ekonomi yang normal. Diharapkan, oleh semua orang.

Akan tetapi, kemudian memanfaatkan harapan masyarakat (yang kemudian) menjadi korban penipuan, dengan berkedok undian berhadiah adalah hal yang tidak diperbolehkan secara hukum.

korban dari penipuan tersebut adalah Ervina (prm) melakukan pelaporan Polisi Nomor : LP / 343 / K / III / 2019 / SPKT / Res Tangsel, tanggal 25 Maret 2019, di Kantor Surya Agung Perdana Ruko Golden Boulevard Blok E41 Lengkong Karya Serpong utara Tangerang Selatan.

Adapun korban lainnya diantaranya Suroso (turut menjadi Korban) dan Nurdin (yang turut menjadi Korban). Keduanya juga sebagai saksi. Melihat kondisi tersebut, dipastikan korban lebih dari satu orang. Ternyata kejahatan ini, melibatkan banyak tersangka dengan pembagian tugas yang rapi, detail dan terperinci.

Modus dari komplotan penipuan ini, berawal dilakukan tersangka Mohamad Sofyan (marketing SAP). Ia memberikan satu buah voucher kepada korban, pada saat setelah selesai berbelanja di salah satu toko serba ada.

Didalam Voucher makan dan gambar undian, kemudian para tersangka meminta pelapor datang ke kantor Surya Agung Perdana (SAP) Ruko Golden Boulevard Blok E41 Lengkong Karya Serpong utara Kota Tangerang Selatan.

Setelah di kantor UD SAP, korban diarahkan bertemu dengan tersangka Genta untuk diberikan voucher makan dan mengambil undian. Setelah korban mengambil kupon undian dan membuka kupon tersebut, ternyata berisi hologram.

Lalu korban diarahkan, jika ingin menggosok hologram tersebut, harus mengikuti persyaratan dan ketentuan. Antara lain persyaratan harus membayarkan uang sebesar Rp. 13.999.000,- dan menandatangai surat pernyataan

Kemudian untuk meyakinkan korban, tersangka Genta mejamin korban akan diberikan uang pengganti Rp. 20 juta. Apabila kuponnya kososng, sehingga korban dan tertarik mau membayar dan menandatangani surat pernyataan. Korban diperbolehkan untuk menggosok hologram tersebut. Setelah hologram tersebut dibuka, ternyata korban mendapatakan Air Purifier.

IMG-20190329-WA0004

Dimana atas kejadian tersebut, korban merasa dirugikan. Karena harga Air Purfire tersebut tidak sebanding dengan uang yang dibayarkan. Sehingga korban mengalami kerugaian sebesar Rp. 13.999.000,- (tiga belas juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah).

Para tersangka dalam melakukan aksinya agar korbannya yakin dengan cara Berkoordinasi dengan DPMPTSP terkait legalitas UD Surya Agung Perdana (SAP). Selain itu, juga berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI.

Menyebarluaskan informasi pengungkapan agar masyarakat yang menjadi korban dapat melapor ke Polres Tangerang Selatan, dan melakukan penelusuran asal usul barang yang disita menjadi Barang Bukti.

Peran serta dari para Tersangka, terbagi menjadi Marketing yang bertugas menyebarkan brosur kupon kepada konsumen secara acak dan memikat konsumen untuk mau mengikuti progam pesta berhadiah divKantor SAP dengan keuntungan yang didapat Rp. 700.000,- per konsumen yang mengikuti.

Sedangkan Supervisor melaksanakan tugasnya untuk membujuk konsumen saat berada di Kantor SAP. Dan menjelaskan persyaratan yang harus diikuti oleh konsumen, jika mau menggosok hologram kupon.

Keuntungan yang didapat setiap yang mengikuti akan mendapatkan fee setiap supervisor sebesar Rp. 300.000,- dan mereka selaku Pemilik mengadakan program pesta hadiah dan menjalankan undian tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Adapun terdapat pula catatan bahwa, kupon hadiah ber-hologram yang diambil oleh para korban dari kotak undian setelah sebelumnya membayarkan sejumlah Rp 14 Juta dengan diiming-imingi kemungkinan mendapatkan motor, mobil, uang tunai dan logam mulia.

Ternyata setelah Kotak Undian dibuka dan semua kupon berhologram digosok (dilakukan Penyidik dengan saksi dari Pegawai Dinsos Kota Tangsel). Ternyata semua kupon ber-hologram tersebut (dibalik hologram setelah digosok) hanya berisikan tulisan Air Purifier.

Namun saat korban menanyakan mengenai hadiah berupa mobil dan logam, mulia para tersangka berdalih belum tersedia.

Polisi berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI untuk menyebarluaskan informasi pengungkapan, agar masyarakat yang menjadi korban dapat melapor ke Polres Tangerang Selatan, dan melakukan penelusuran asal usul Barang yang disita menjadi barang bukti.

Disisi lain keterangan dari pegawai Kemensos RI bahwa UD SAP pernah mendapatkan teguran karena usaha serupa yang diindikasikan tidak sesuai Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 14/A/HUK/ 2006 tentang Ijin Undian.

Dari hasil penangkapan tersebut para tersangka dijerat Pasal 8 dan atau 9 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman Penjara 5 Tahun.

Reporter : U. Effendi/Soleh
Editor : jas
Publisher : redaksi