Pro Kontra PERMEN RISTEKDIKTI No.5 Tahun 2019 Begini Kata Para Advokat

451
Adv.Sumarsoni,SH Ketua BPW PERADIN Jawa Tengah / foto zai

Solo , Bratapos.com – Pro kontra permendik no 5 / 2019 menuai tangapan berbeda dari semua kalangan , ketua BPW Peradin Jawa Tengah mengungkapkan bahwa hal itu sudah di prediksi akan pro dan kontra lama sebelum permenristek tersebut keluar.Hal ini di sampaikan pada wartawan bratapos.com melalui what shap ( rabu / 27/03/19 )

” Permenristek 5/19 ini akan ada pro dan kontra karna permenristek ini mengusik pundi pundi keuangan alias pemasukan dari organisasi yang selama ini menjalankan pendidikan provesi advokat” pungkas romo Sumarsoni yang juga ketua paguyuban paranormal solo

Pria yang berkantor di LAW FIRM SUMARSONI & REKAN ini berharap semua pihak dapat mencermati permenristek 5/19 ini dengan bijak.

Advokat Bales P Suharsono,SH  / foto team
Advokat Bales P Suharsono,SH / foto team

Advokat.Bales P Suharsono.SH berpendapat justru setuju dengan permen 05 menristek dikti pertama Peraturan itu akan mampu menghasilkan advokat yang terdidik dan mumpuni, kedua peraturan itu tidak bertentangan dengan UU nomor 18/2003 tentang advokat. Ketiga dengan masa pendidikan selama 3 tahun saya yakin akan mampu melahirkan advokat yg terlatih dan terampil dalam menghadapi persoalan hukum dari kliennya.

Simak saja saat ini banyak advokat yg tidak jarang kurang mampu membuat surat gugatan apalagi memahami hukum baik secara formil maupun secara materiil sehinga saat sidang sering di tegur hakim karna minimnya pengetahuan hukum yangg dimiliki.

Keempat peraturan itu akan memberikan seleksi yang sangat ketat untuk menjadi seorang advokat sehinga profesi advokat tidak menjadi ladang pelarian para pensiunan baik dr institusi kehakiman, kejaksaan, ataupun kepolisian sehinga nantinya profesi advokat akan benar benar menjadi sebuah profesi yang terhormat.

Adv Bales P Suharsono,SH prihatin Jangan sampai profesi advokat hanya dipandang sebagai profesi abal-abal atau singkatnya Dari pada nganggur usai pensiun.

Reporter : dr

Editing : wo

Publusher : Redaksi

 

Facebook Comments