Warga Krampon Timur Sampang, Hidup Sebatangkara Tanpa Ada Sentuhan Dari Pemerintah Setempat

0
563

SAMPANG, BrataPos.com – Teramat miris keadaan ibu ST Rani (75), warga Krampon yang hidupnya sebatangkara. Ia menjalani hidup belas kasihan dari orang lain.

ST Rani, tidak memiliki siapapun. Dia hidup dengan kesendiriannya. Tidak hanya itu, ia juga menumpang pada warga sekitar, untuk bisa berteduh dari panas dan hujan.

Dalam kesaharianya kini, ibu ST Rani hanya terdiam dan menunggu pemberian orang lain, untuk menyambung hidupnya.

Rumah yang di tinggali oleh ibu ST Rani sudah tidak layak huni. Kendati demikian, dia sangat bersyukur. Karena masih ada orang yang mau memberikan tumpangan dan tinggal di rumahnya.

“Saya bersukur, walau keadaan saya seperti ini. Kaki saya sudah tidak bisa berjalan dengan tegap. Hanya berpegangan tongkat,” ungkapnya. Rabu (20/3/2019).

Ketika ditanya oleh BrataPos.com, tentang adanya bantuan BPNT di desa Krampon. Miris memang, keluar pernyataan dariĀ  orang yang sudah tidak muda lagi. Pasalnya dia tidak pernah dapatkan itu. Hanya saja beberapa tahun yang lalu sempat dapatkan bantuan.

“Saya dulu pernah pak, tapi itu dulu. Sekarang sudah lama saya tidak pernah dapatkan lagi. Saya punĀ makan dari pemberian warga, yang perduli sama saya,” imbuhnya.

IMG-20190320-WA0050

Teramat miris memang, jika kita semua sebagai manusia, yang diciptakan untuk saling membantu pada sesama kita lupakan. Terutama, pada pemerintah setempat. Jangan terkesan tutup mata.

Karena ibu ST Rani, memang perlu bantuan atau sentuhan, supaya dia bisa menjalani hidup layaknya warga lainnya.

Terpisah, Bustomy Komandan II dari Ormas Bela Negara orang yang peduli pada ibu ST Rani. Pihaknya berharap pemerintah memberikan bantuannya.

“Saya berharap pada pemerintah, agar perduli pada masyarakatnya dan memberikan bantuan. Karena beliau ini juga warga Sampang, yang saat ini perlu bantuan dari pemerintah,” ujarnya Bustomy pada bratapos.com.

Jangan terkesan tutup mata. Sekali lagi saya tegaskan ibu ST Rani adalah warga sampang, yang perlukan sentuhan pemerintah setempat, tegas dia.

Reporter : ryn/far
Editor : jas
Publisher : redaksi

Facebook Comments