Dua Tim BNN Kabupaten Malang, Asesmen 4 Tersangka Narkoba

by
IMG-20190319-WA0047

MALANG, BrataPos.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang. Kembali melaksanakan kegiatan Asesmen terpadu terhadap 4 orang tersangka kasus Narkotika. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (19/03/2019) di Kantor BNN Kabupaten Malang.

Menurut Keterangan Kepala BNN Kabupaten Malang, letkol Laut PM Agus Musrichin. Kegiatan ini, merupakan sarana untuk menegakkan sejauh mana indikasi keterlibatan para tersangka.

“Peran para tersangka, dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba, merupakan wujud dari implementasi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” katanya.

Yang tertuang  khususnya pasal 54 dan 127. Dalam surat edaran Mahkamah Agung No 04 Tahun 2010. Serta Peraturan Bersama 7 lembaga kementerian yang ditandatangani 11 Maret 2014. Isinya tentang penanganan pecandu/korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi.

Keempat tersangka tersebut masing-masing adalah KSR (50), SNK (56), HNY (40) dan DLN (46) yang kesemuanya adalah penyalahguna narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu.

“Sebagaimana diketahui, narkotika golongan 1 merupakan kategori narkotika paling berbahaya karena ditinjau dari efek penyalahgunaannya. Dan efeknya sangat berbahaya bagi tubuh serta mampu membuat para penyalahgunanya menjadi ketergantungan,” terang Letkol Agus.

Pria dengan pangkat melati dua ini menambahkan, dari masing-masing tersangka yang diasesmen ini didapati latar belakang yang berbeda.

Mereka terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, baik itu untuk mengurangi rasa sakit yang diderita atau untuk doping (penambah semangat). Sehingga, narkoba menjadi pelarian untuk menghilangkan sejenak beban hidup yang tengah dialaminya.

“Apapun alasannya, penyalahgunaan narkotika harus mempertanggung jawabkan secara hukum atas perbuatan yang dilakukan. Oleh sebab itu seyogyanya kita mampu membentengi diri sendiri dengan berbekal ilmu pengetahuan dan menjaga pergaulan yang positif. Agar tidak menyesal di kemudian hari,” tambahnya.

Tim asesmen terpadu lanjut dia, merupakan perpaduan dari 2 tim yang berasal dari berbagai latar belakang. Yang pertama, Tim Asesmen Hukum yang terdiri dari Penyidik BNN, Penyidik Polri dan Jaksa. Mereka bertugas menganalisis keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana/hukum.

Sedangkan tim kedua berlatar belakang Dokter dan Psikolog BNN yang tergabung dalam Tim Asesmen Medis. Tim ini berfungsi untuk menentukan tingkat adiksi/kecanduan tersangka. Dari situ, tim akan mengetaui, kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahguna.

“Hasil dari kegiatan ini, adalah rekomendasi yang dilampirkan dalam berkas perkara. Nantinya, bisa sebagai salah satu pertimbangan bagi hakim untuk membuat putusan pengadilan tetap,” pungkas Letkol Agus.

Reporter : Had/Al
Editor : jas
Publisher : redaksi

Facebook Comments