by

BNPP Menyikapi Pernyataan Anggota MRP Papua Terkait Proyek MCK Di Kabupaten Keerom

JAYAPURA, BrataPos.com – Berita Metrolima.Com. Badan Nasional Pengelolah Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia di Jakarta menyikapi pernyataan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP),Herman Yoku terkait proyek Mandi Cuci Kakus (MCK).

BNPP RI Menyikapi pernyataan anggota MRP melalui Lembaga Masyarakat Pemerhati Perbatasan (LMPP) dalam keterangan PERS yang di hadiri oleh Frans Zanggonauw (wakil ketua I), Wihelmus Yoku (wakil ketua IV), Engelbert Uria Swabra, Amd (sekretaeis LMPP provinsi papua) dan Yosep Bonay  ( Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Talal Batas Negara) sebagai berikut, Masalah pengusulan program dari kabupayen keerom kepada KL – KL melalui BNPP Republik Indonesia di Jakarta, dimana pernyataan yang disampaikan oleh anggota MRP, Herman Yoku terkait pembangunan MCK kabupaten Keerom.

Kami dari LMPP membenarkan bahwa proyek pembangunan tersebut ada atau salah dimana lokasi pengajuan program seharusnya berada di kampung Pitewi, Suskun, Kibay, Asroutro, Sangke dan Ainyu, tapi yang terlaksana pembangunan MCK saniyasi lingkungan berjumlah 120 unit di luar dari pengajuan atau Lokprin.

Padahal pengajuan program atas nama daerah lokprin dan hal ini,kami LMPP dan BNPP khususnya LNPP provinsi Papua, dalam hal ini wakil ketua I, Frans Zonggonau akan berkordinasi dengan ketua ppLNPP Papua, Hendrik Yoku yang sementara ini dalam kondisi sakit dan sementara masih rawat jalan.

Terkait pembentukan Tim terdiri dari BNPP dan LNPP untuk meninjauw langsung ke lokasi proyek tersebut, dimana Pembangunan MCK di laksanakan” tegas wakil Ketua I LMPP dalm Keterangan PERS di Jayapura.

Sementara itu Anggota MRP provinsi Papua Herman Yoku memberi apresiasi dan dukungan penuh kepada BNPP pusat yang telah menyikapi pernyataan dirinya beberapa saat lalu di berbagai media online, sehingga dapat di tindak lanjuti oleh LMPP Provinsi Papua.

“Secara tegas sebagai anggota MRP dari anggota kerja adat utusan kabupaten Keerom,saya berharap kepada Aparat penegak hukum untuk tidak main – main dengan kasus ini untuk segera di tindak tegas dan menangkap siapa aktor di balik itu, karena hukum adalah panglima tertinggi di NKRI” Tutup Herman Yoku.

Reporter              : Stevi Fun

Editor                    : Nr

Publisher             : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA