by

Ajudan Bupati dan Wabup Gresik, Diperiksa Kejaksaan

GRESIK, BrataPos.com – Untuk mencari aliran dana pemotongan jasa insentif di BPPKAD Gresik. Tim penyidik pidsus Kejaksaan Negeri Gresik, periksa 19 orang. Selasa, (19/3/2019).

Sebelumnya, tim pidsus periksa 14 orang. Kali ini kembali melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 10 jam itu, terdiri dari mantan pejabat, staff BPPKAD, ajudan Wakil Bupati dan Bupati Gresik. Diduga turut menerima aliran dana potongan insentif di BPPKAD.

Tidak hanya itu, mantan Kaban PPKAD Yetty Sri Suparyati dan Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya juga ikut kembali diperiksa.

Mereka diperiksa bersama asisten 2 Tursilawanto, Kadis BKD Nadhif, mantan Kabag Hukum Edy Wahyu Santosa, Kabag Hukum Nulailie, dan mantan Sekban Agus pramono.

Ke 19 orang yang diperiksa, semuanya di konfrontir dengan tersangka M. Muchtar, tentang aliran dana pemotongan jasa insentif.

IMG-20190319-WA0074

Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto membenarkan. Benar hari ini red ada 19 orang yang diperiksa.  Menurutnya, dari 19 orang saksi yang diperiksa, sebagian wajah lama yang pernah diperiksa.

“Ada penambahan saksi yang kami periksa. Diantaranya mantan kabag hukum Edy Wahyu Santosa, empat ajudan Wabup dan Bupati serta beberapa staff BPPKAD,” jelasnya.

Masih menurutnya, pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari bukti aliran dana potongan insentif yang dikeluarkan.

“Pemeriksaan ini, sifatnya konfrontir dengan tersangka. Tujuannya, agar singkron antara bukti aliran dana ke para saksi yang menerima aliran dana tersebut,” tegasnya.

Tidak ada satupun para saksi yang memberikan stetmen yang sudah diperiksa oleh tim pidsus. Ke 19 saksi semuanya bungkam, dan berlarian saat wartawan mencoba minta stetmen.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA