“BEJAT” SEORANG PENJUAL PENTOL PERKOSA TIGA ANAK DI BAWAH UMUR KARANG PENANG SAMPANG

0
7732

SAMPANG, BrataPos.com – Sungguh bejad perbuatan Moh Dekir warga Lamongan, yang bertempat tinggal di desa Karang Penang Onjur Sampang.

Kakek (65 tahun) itu memperkosa tiga anak di bawah umur. Kakek bau tanah itu, yang kesehariannya jual pentol, ditangkap Tim Resmob dan Tim Unit PPA Polres Sampang.

Informasi yang dihimpun Brata Pos (SV),(DV), dan (AN) yang menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sang dukun cabul, berumur rata-rata 9 Tahun, masih duduk di Sekolah Dasar (SD).

Pelaku Dekir melakukan aksi bejatnya, dengan cara mengiming-imingi uang pada korban, sebesar 25 ribu bertiga.

Ketiga korban sempat menolak ajakan pelaku. Namun kakek yang sudah dikarunia cucu itu menyekap dengan menutup mulut korban. dan bawa paksa kerumah kontrakannya.

Diduga pelaku melakukan perbuatan bejatnya lebih dari satu kali. Pelaku diketahui melakukan pemerkosaan, lantaran korban mengatakan pada orang tuanya, kalau dirinya di perkosa dan diberi uang

Awalnya kedua korban (SV) dan (DV), disangka telah ngambil uang oleh pemilik rumah kontrakan pelaku (Mardina). Menurut penjelasan kedua orang tua korban.

MK anisial orang tua dari (SV) dan SJ orang tua dari (DV), keduanya memberikan keterangannya pada media. Awalnya anak saya di tuduh ngambil uang pelaku oleh (Mardina) pemilik kontrakan.

Kemudian anak saya bercerita, kalau dirinya tidak ngambil uang Dekir (pelaku). Saat ditanya, anak kami menjawab “buat apa ngambil uang.

“Saya punya teman paman Dekir yang ngasih saya uang, tapi saya di perkosa,” terangnya MK menirukan apa yang di katakan korban (SV) pada dirinya.

Mendengar dari pengakuan anaknya, akhirnya MK kaget bagaikan disambar petir disiang bolong. Setelah itu, akhirnya menangkap Dekir di rumah kontrakannya.

Sempat pelaku mendapatkan, bokeman mentah oleh warga. Namun beruntung polisi setempat segera mendatangi TKP, dan pelaku di bawa ke polres Sampang.

Orang tua korban MK, berharap supaya memberikan Hukuman seberat-beratnya atau hukuman mati.

“Saya berharap, pelaku dihukum mati saja mas. Karena ini sudah tindakan yang tidak bisa kita terima. Psalnya, menyangkut masa depan anak kami,” harapnya

Disisi lain, HL salah satu ibu korban sangat tidak terima anaknya di perlakukan seperti itu. Dia sangat terpukul dengan keadaan putri kesayangannya di regut masa depanya oleh si pelaku.

“Saya sangat sedih, dan harus berbuat apa. Semuanya sudah terjadi. Hancur sudah semua harapan kami pak, dan saya berharap pada pak polisi, hukum mati saja pelaku,” harapnya dengan kesedihan yang mendalam disertai dengan linangan air mata.

Sementara pihak polres Sampang belum bisa di mintai keterangan karena masih dalam penyidikan.

Reporter : ryn/far
Editor : jas
Publisher : redaksi

Facebook Comments