Nyanyian Nurul Dholam Masuk Kepertimbangan Hakim, Kejaksaan Bidik Petinggi Pemda Gresik

0
564

GRESIK, BrataPos.com – Atas nyanyian Nurul Dholam, yang mencatut beberapa pejabat di Kabupaten Gresik, yang menikmati uang hasil korupsi dana kapitasi, dari 32 puskesmas se-Kabupaten Gresik, sejak tahun 2016-2018, sempat menjadi trending topik di masyarakat.

Pasalnya uang haram itu, mengalir ke beberapa pejabat. Yakni Yetti Sri Suparyati Kaban PPKAD sebesar Rp.170 juta. Yang sekarang pensiun. Serta Rp.30 juta ke Mukhtar saat menjabat Kabag Anggaran BPPKAD. Wabup M. Qosim sebesar 10 juta. Sekda Gresik yang waktu itu dijabat Joko Sulis menerima uang sebesar Rp.5 juta.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gresik, R Bayu Probo Sutopo saat ditanya oleh wartawan pada tanggal 19 Februari 2019 yang lalu mengatakan.

Terkait nyanyian Nurul Dholam yang menyeret nama-nama pejabat di Pemda Gresik waktu dalam persidangan, bila dijadikan fakta hukum maupun pertimbangan hakim dalam putusannya, baru kita kembangkan.

Hal itu, terbukti dalam persidangan dengan agenda putusan. “Betul, nyanyian terdakwa Nurul Dholam atas aliran dana itu masuk semua ke pertimbangan hakim,” timpal Agung Ngurah salah satu Jaksa Pidsus Kejari Gresik yang ada di ruang Kasi Pidsus.

Diterangkan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik, Andri Dwi Subianto, membenarkan, nyanyian Nurul Dholam masuk ke pertimbangan hakim.

Namun, akan ditindak lanjuti setelah berkoordinasi dengan pimpinan. Sebab masih ada waktu 7 hari setelah vonis hingga dinyatakan Inkrah.

“Belum inkrah, kita konsultasikan ke pimpinan dulu. Terkait tindak lanjut nyanyian terdakwa yang masuk ke pertimbangan Hakim. Tunggu 7 hari kedepan. Sebab, kemarin pengacara masih pikir-pikir,” terang Andri saat ditemui dibruangannya, Rabu (13/3/2019).

Andri melanjutkan, pihaknya masih konsentrasi pada asset tracing atau penelusuran harta. Hal itu dilakukan, jika terdakwa tidak mengembalikan uang pengganti kerugian negara. Terdakwa diwajibkan mengembalikan uang sebesar Rp 1.959.360.976.

Sebab pada putusan Majelis Hakim, selain menghukum 6 tahun penjara. Terdakwa juga diwajibkan mengembalikan uang kerugian negara hasil korupsinya sebesar Rp. 1.956.360.976.

“Harta Nurul Dholam akan segera disita, dan dilakukan lelang. Agar mengembalikan uang negara sesuai putusan hakim. Bila nanti ada sisa dari lelang, maka dikembalikan kepihak keluarga,” pungkas Andri

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

Facebook Comments