Divonis 6 Tahun Penjara, Mantan Kadinkes Nurul Dholam Pasrah

0
117

GRESIK, BrataPos.com – Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Sependapat dengan dakwaan tim JPU Kejari Gresik. Tidak hanya itu, Hakim juga sependapat dengan tuntutannya Kemarin, Selasa (12/3/2019).

Dimana dalam dakwaannya, yang dipimpin oleh kasi Pidsus Andri Dwi Subianto. Terdakwa didakwa pasal 12 huruf f. Jo Pasal 18 UU RI, Nomor 31 tahun 1999. Yang diubah, dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hal itu, dibuktikan dalam sidang vonis dengan terdakwa mantan Kadinkes Gresik, Dr. Nurul Dholam. Hakim yang diketuai oleh Wiwin Arodawanti memberi hukuman setimpal. Agar ada rasa efek jera pada pelaku kejahatan korupsi.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Surabaya, yang diketuai Wiwin Arodawanti, memvonis Nurul Dholam dengan hukuman penjara selama 6 tahun penjara.

Selain dihukum badan. Mantan Kadinkes Gresik itu, diminta untuk membayar denda 1 Miliar. Namun bila tidak sanggup membayar. Maka diganti dengan hukuman 6 bulan penjara.

Tidak hanya itu, lelaki 55 tahun yang tinggal di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, atau Sukomulyo, juga diwajibkan mengganti kerugian uang negara sebesar 1.956.360.976 Miliar. Maka jika tidak sanggup, diganti hukuman 10 bulan penjara.

Vonis tersebut conform dari tuntutan Jaksa Pidsus Kejari Gresik beberapa minggu yang lalu.

“Terdakwa terbukti secara sah, dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pungutan dana Jaspel BPJS di 32 Puskesmas di kabupaten Gresik sebesar 2.451 Miliar,” kata hakim dalam persidangan.

Perbuatan terdakwa kata hakim, tidak mendukung penuh program pemerintah, yang akan pemberantasan korupsi seluruh Indonesia.

Kendati demikian, terdakwa mengakui perbuatannya, dan menyesali kesalahannya dan juga belum pernah dihukum. Kemudian sopan dalam persidangan.

Meski begitu, vonis hakim belum dinyatakan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Pasalnya jaksa dan Penasehat Hukum (PH) terdakwa Adi Sutrisno menyikapi pikir-pikir.

Usai membacakan berkas putusan. Ketua majelis hakim Wiwin Arodawanti sambil mengetuk palu, menutup persidangan.

Terdakwa yang mengenakan baju kemeja, lengan panjan warna putih, meninggalkan kursi pesakitan dan keluar ruang sidang menuju mobil tahanan.

Namun, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, akan mengambil langkah hukum selanjutnya. “Kami akan banding,” kata Adi dengan singkat.

Seperti diberitakan,  terdakwa mantan Kadinkes M. Nurul Dholam di seret ke PN Tipikor, karena didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan pemotongan Jaspel BPJS sebesar 10 persen di 32 puskesmas se-Kabupaten Gresik.

Dalam pemotongan itu, dimulai dari tahun 2016 sampai 2018. Dari hasil korupsi pemotongan jaspel ini, negara dirugikan sebesar 2.451 Miliar.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

Facebook Comments