Sadis! Anak Menghabisi Nyawa Ibu Kandungnya Sendiri

by
IMG-20190310-WA0042

GRESIK, BrataPos.com – Sungguh tega perbuatan Rozikin (28). Ia membunuh ibu kandungnya sendiri, Ranis (65), warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Minggu, (10/3/2019).

Janda tiga anak itu, tewas disabit dengan celurit oleh anaknya sendiri, dengan cara digorok lehernya. Pembunuhan terjadi, diduga karena pelaku kesal dimarahi.

Selain karena kesal dengan ibunya, pelaku juga kabarnya mengalami gangguan jiwa. Sudah lama hal itu terjadi. Sebelum ayahnya meninggal. Namun, pelaku tidak pernah dibawa kerumah sakit jiwa.

Peristiwa maut itu, terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada yang tahu secara pasti, kapan pelaku menyayat leher ibunya. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak bersimpah darah di ruang tamu.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, korban sudah lama tinggal sama pelaku yang merupakan anaknya sendiri.

“Sehari-hari, korban bekerja di sawah miliknya. Motifnya masih kami selidiki lebih lanjut,” kata Wahyu.

Dijelaskan, usai manghabisi ibunya, pelaku sempat bersembunyi di dalam rumah satunya.

“Mereka mempunyai dua rumah. Saling bersebelahan. Hanya mereka berdua yang menempati,” imbuhnya.

Alumnus Akpol 1998 tersebut menyatakan, tersangka sudah diamankan di Mapolsek Dukun, sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan.

“Barang bukti berupa dua buah sabit diamankan. Masih kami periksa lebih lanjut,” ungkapnya.

Kepala Desa Madumulyorejo Mat Rozim mengatakan, memang sudah lama pelaku mengalami sakit gangguan kejiwaan. Mayat korban kali pertama diketaui tetangganya saat mengantarkan makanan ke rumah korban.

“Karena beberapa hari korban mengalami sakit demam. Jadi warga kasihan. Tidak tahunya sudah ditemukan meninggal,” kata Mat Rozim.

IMG_20190310_201446

Disisi lain, tersangka mengaku tidak menyesali perbuatan yang telah dilakukan. Dia mengakui bahwa sudah sakit hati terhadap perkataan ibunya. Oleh karena itu, dia lantas mengambil sabit dan menyabet leher ibunnya.

“Wes tak siapno celurite (sudah saya siapkan sabitnya). Kadung loro atik (terlanjut sakit hati),” kata tersangka dengan gaya seperti tak besalah.

Berapa kali menebas leher korban? Pelaku mengaku hanya sekali. Sebab, sabit tersebut sangat tajam. Saat ini tersangka dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kejiwaannya.

Reporter : jml
Editing : sz
Publisher : publisher

Facebook Comments