Pengedar Narkoba, Menerima Hukuman Setimpal

by
IMG20190225142248

GRESIK, BrataPos.com – Kejaksaan Negeri Gresik, tidak main-main untuk membuat jera bagi pengedar Narkoba.

Terbukti pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik dengan agenda tuntutan, terdakwa Eliyas Efendi dituntut delapan tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik A Ngurah Wijaya Senin sore (25/2/2019).

Sebab, lelaki 44 tahun itu dianggap sebagai pengedar narkoba. Pria asal desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik itu, dianggap melanggar pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Selain dihukum badan, terdakwa juga diminta untuk membayar denda Rp 1 miliar. Jika denda tidak terbayarkan, diganti dengan hukuman empat bulan penjara.

Terdakwa hanya bisa pasrah dan berharap belas kasih pimpinan hakim yang diketuai Herdiyanto Sutantyo, supaya mendapat keringanan hukuman.

Oleh sebab itu, terdakwa dan penasehat hukumnya akan mengejukan pembelaan pada sidang yang akan datang.

Majelis hakim langsung mengakhiri persidangan sambil mengetuk palu. Terdakwa keluar ruang sidang, sambil mendapat kawalan dari pihak kepolisian.

IMG-20190225-WA0061

Sekadar diketahui, bisnis narkoba yang dilakukan terdakwa terbongkar pada Oktober 2018 lalu.

Setelah terdapat satu orang bernama Datuk datang ke warung terdakwa untuk membeli satu poket sabu seharga Rp 300 ribu. Usai transaksi Datuk meninggalkan lokasi. Ketika dalam perjalanan di wilayah Desa Pundut Terate, Datuk diringkus petugas.

Setelah dikembangkan, Datuk mengaku bahwa barang haram tersebut dibeli dari Efendi. Saat itu juga korp seragam cokelat mendatangi warung milik terdakwa. Terdakwa langsung diamankan ke kantor polisi.

Dia menjalani pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua poket narkoba dengan berat masing-masing 0,57 gram dan 0,16 gram. Kemudian, satu tas kecil berisi skrop, sedotan, korek api, tutup botol dengan dua lubang.

Reporter : jml
Editor : nurdiana
Publisher : redaksi

Facebook Comments