Mantan Asisten Bupati Gresik Dan Asisten II, Diperiksa Kejaksaan

by
IMG_20190215_154656

GRESIK, BrataPos.com – Usai memeriksa mantan Kepala DPPKAD Gresik, Yetty Sri Suparyati dan mantan Sekretaris Agus Pramono, serta seorang staf bernama Lilis. Kemarin, (14/2/2019) terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret tersangka M. Muchtar.

Hari ini Jum’at (15/2/2019) Kejari Gresik, memanggil 4 pejabat teras Pemkab Gresik untuk diperiksa. Ke 4 pejabat yakni Kepala Bagian Hukum Pemkab Gresik Nurlailie Indah, mantan Asisten Bupati Gresik yang saat ini menjabat sebagai Kepala BPPKAD Siswadi Aprilianto, mantan Asisten I saat ini menjabat sebagai asisten II Tursilowanto Hariogi, dan mantan Asisten I Indah Shofiana yang saat ini sudah pensiun.

Mereka yang diperiksa karena dianggap menerima aliran dana yang dikumpulkan tri wulan sekali oleh muchtar dari jasa pungut intensif dilingkungan BPPKAD.

IMG_20190215_154801

Informasi yang didapat,  ke 3 asisten mendapatkan kucuran dana masing-masing sebesar 2 Juta Rupiah per orang. Tidak hanya itu, kabag hukum juga dalam listnya menerima uang sebesar 5 juta.

Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andri Dwi Subianto ketika dikonfirmasi membenarkan telah melakukan pemeriksaan pada ke empat pejabat tersebut.

“Masih kita periksa sebagai saksi dari tersangka Muchtar. Pemeriksaan ini, terkait adanya list dana taktis yang dikeluarkan BPPKAD saat tersangka menjadi Sekban,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Asisten I saat ini menjabat sebagai asisten II Tursilowanto Hariogi, ketika dikonfirmasi saat keluar dari ruang penyidik Pidsus mengatakan bahwa, ke 3 asisten dan satu kabag diperiksa terkait tersangka OTT dengan tersangka M. Muchtar.

Ketika ditanya tentang aliran dana yang diterima dari tersangka, Tursilowanto dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

“kita tidak pernah menerima uang dari tersangka. Itu adalah fitnah dan menjatuhkan martabat. Tentang adanya nama saya di tulis dipengeluaran dana taktis itu harus diselidiki. Saya yakin, tulisan itu mengada-ada,” tegasnya.

Reporter : jml
Editor : nurdiana
Publisher : redaksi

Facebook Comments