by

Nyanyian Terdakwa Nurul Dholam, Uang Haram Dinikmati Pejabat Teras Pemkab Gresik

GRESIK, BrataPos.com – Pengadilan Tipikor Surabaya. Kembali menggelar sidang perkara korupsi dana Jaspel dengan terdakwa Mantan Kadinkes M. Nurul Dholam. Kemarin, (12/2/2019).

Kali ini sidang yang diketuai majelis hakim Wiwin Arodawanti, dengan agenda pemeriksaaan terdakwa. Dalam pemeriksaan terdakwa akhirnya terkuak bahwa uang haram dari potongan Jaspel BPJS juga dinikmati oleh pejabat teras di Pemkab Gresik.

Dalam keterangan terdakwa, dicacar pertanyaan oleh hakim. Nurul Dholam “nyanyi” uang hasil korupsi potongan kapitasi Jaspel 10 persen dari BPJS disetiap puskesmas di seluh kecamatan periode 2016 sampai 2017 sebesar Rp. 2.4 Milyar rupanya sebagian dialirkan ke pejabat teras di Pemkab Gresik.

Ketika ketua Majelis Hakim Wiwin mempertanyakan aliran dana tersebut, terdakwa dengan jelas mengatakan bahwa uang tersebut diberikan untuk THR selama 2 tahun yakni tahun 2016 dan 2017.

“Kami serahkan ke Bu yeti, waktu itu sebagai Kabag Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) sebesar Rp. 170 juta, saya serahkan langsung.

“Sedangkan, Rp. 30 juta diserahkan pada pak Mucktar waktu itu menjabat Kabag Anggaran di BPPKAD (saat ini tersangka OTT BPPKAD). Jadi total, kami serahkan sebesar Rp. 200 juta, “beber terdakwa Nurul Dholam.

Dalam keterangannya, terdakwa juga menyeret nama Wakil Bupati Gresik, M. Qosim yang turut menerima bagian sebesar 10 juta. Tidak hanya Qosim, Sekda Gresik waktu itu di jabat Joko Sulis sebesar menerima Rp. 5 juta.

“Keduanya menerima setiap tahun waktu THR selama periode 2016 dan 2017,” ungkap Nurul Dholam.

Terdakwa Dholam saat ditanya aliran dana kemana saja, anggota dewan dari komisi D juga diseret. Terdakwa mengaku bahwa anggota komisi D juga ikut menikmati uang tersebut, ada dana 20 juta yang dikeluarkan.

“Uang tersebut juga kami gunakan untuk Gathering dengan peserta 110 orang di Singapura dan jogya, “jelasnya.

Sementara itu, tim Jaksa Pidsus yang diketuai Andri Dwi Subianto selesai sidang mengatakan bahwa pemeriksaan dan pembuktian perkara korupsi di Dinkes dengan terdakwa Nurul Dholam sudah selasai.

“Kita akan fokus untuk buat tuntutan, hakim telah menunda sidang selama dua minggu,” tegasnya.

Seperti diketahui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik non aktif, Nurul Dholam kedapatan melakukan korupsi terkait dana kapitasi Jasa Pelayanan Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp. 2.451.370.985.

Reporter : jml

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA