Kisah Seorang Pedagang Tanpa Nama di Pamekasan

0
225

 

PAMEKASAN, Bratapos.com – Menanggapi postingan di sosmed Facebook, terkait foto seorang bapak-bapak yang menjual snack dan minuman dipinggir jalan, relawan individu bersama sejumlah teman wartawan berinisiatif datang, dan mencari keterangan terkait foto tesebut. Sabtu, (02/02/2019).

Relawan mencoba datang ke lokasi dimana biasa bapak itu mangkal, dan mencari tau tentang kehidupan bapak tersebut.

“Kami datang atas informasi dari teman Facebook juga ada beberapa yang langsung menghubungi, agar supaya bisa membantu bapak ini, kebanyakan mereka tidak ada yang tau namanya karena hanya ambil foto saja dan diunggah di sosmed,” ucap Wiwin relawan.

Pihaknya mencoba minta keterangan pada satu toko yang kebetulan bapak penjual tersebut sering belanja atau kulakan ditoko tersebut.

“Bapak ini sering mangkal di jalan Raya Sumenep Pamekasan lebuh tepatnya disebelah utara SPBU,” imbuhnya.

Ibu Budi (50) seorang pemilik toko tepat di depan biasa bapak ini mangkal, dia menceritakan sedikit tentang kehidupan tuan yang ia tau saja. Si bapak itu dikenalnya dengan sebutan tuan.

“Benar mbak, Tuan ini sering belanja di toko saya yang kemudian ia jual kembali, dan mangkal di bawah pohon, saya dulu menyuruhnya agar jualan di SPBU sebelah, akan tetapi tuan tidak mau, padahal sama orang SPBU dikasih tempat untuk jualan, kalau untuk nama saya sendiri tidak tau, karna tuan ini tidak pernah bicara dan memberitahu siapa namanya,” ucapnya.

Setau dirinya, lanjut cerita Ibu Budi, Tuan ini adalah dari keluarga orang kaya sampai sekarang, akan tetapi Tuan ini ternyata agak sedikit terganggu kejiwaannya.

Sehingga keluarganya membiarkannya,  entah itu Tuan sendiri yang tidak mau ngumpul atau keluarganya, dirinya mengaku kurang paham, menurutnya sekarang Tuan kos di lawangan daya sendirian.

“Kami juga tidak bisa banyak membantu Bapak ini untuk mengajukan bantuan ke Pemerintah atau pihak terkait, dari segi ekonomi bapak ini masih punya keluarga dan mampu pula, jadi keluarganyalah yang harus bertanggung jawab,” timpal Wiwin. (Anton).

 

Facebook Comments