Pembangunan Poli Anak di RSUD Sumenep Yang Putus Kontrak, Akan Segera Ditender Ulang

343

SUMENEP, BrataPos.com – Pembangunan Gedung Poli Anak di RSUD Dr. Moh. Anwar Sumenep, Madura yang kontraknya di putus, karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga batas akhir kontrak, berenca akan dilanjutkan kembali.

Untuk melanjutkan pekerjaan tersebut, Cipta Karya selaku Pengguna Anggaran (PA) akan melakukan tender ulang.

“Kalau saya berkeinginan pembangunan itu dilanjutkan tahun ini. Tentunya prosesnya harus ditender ulang, karena aturannya seperti itu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum PRKP dan Cipta Karya, Bambang Iriyanto, Kamis (24/1/2019).

Pembangunan akan segera dilakukan Karena gedung tersebut berkaitan dengan pelayanan pada masyarakat. Dan apalagi pekerjaan itu diperkirakan hanya memerlukan waktu sekitar dua bulan.

“Kalau dulu (pekerjaan awal) memerlukan waktu enam bulan, kalau sekarang mungkin dua bulan selesai. Karena yang belum dikerjakan bahannya pabrikan semua,” jelasnya.

Sangat disayangkan sekali pekerjaan tersebut hingga batas akhir kontrak belum selesai. Padahal dirinya telah mendorong rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan secara maksimal.

“Kami sudah melakukan rapat per tujuh hari dan akhirnya per tiga hari. Bahkan setiap hari kami lakukan pengawasan. Tapi, tetap rekanan tidak bisa menyelesaikan. Karena sudah aturan, maka harus diputus kontrak,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Gedung Poli Anak di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, Madura akhirnya diputus kontrak. Sebab, hingga batas akhir (30/12/2018) pekerjaannya tidak tuntas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR) dan Cipta Karya, Kabupaten Sumenep, Bambang Iriyanto mengatakan, proyek itu dibiayai APBD 2018 sebesar Rp 15 miliar lebih.

“Hingga batas akhir, pekerjaan baru selesai sekitar 88, 56 persen. Artinya masih tersisa sekitar 11 persen yang belum selesai dikerjakan,” katanya.

Bahkan, pihak kontraktor tidak hanya diputus kontrak. Tetapi, akibat tidak tuntasnya pekerjaan sesuai perjanjian, maka dikenai denda sebesar 10 persen dari total anggaran.

Reporter : zain/zr

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

Facebook Comments