by

RSUD Sampang Alergi Terhadap Jurnalis, Yang Bertugas Liputan Atau Konfirmasi

SAMPANG, BrataPos.com – Diera keterbukaan informasi seperti saat ini, masih ada saja oknum-oknum di pelayanan publik yang alergi serta menghalangi tugas jurnalis, Rabu (23/1/2019).

Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Sampan. Dimana Oknum pegawai rumah sakit kebanggaan warga Sampang itu melarang seorang jurnalis yang hendak mengambil gambar serta mencari informasi mengenai pelayanan yang kurang becus dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Namun, oknum Satpam rumah sakit itu sepertinya tetap ngotot tidak memberikan izin dengan alasan tidak ada perintah dari direktur. “Saya ini kesini mau konfirmasi terkait pelayanan rumah sakit,” ujar jurnalis dari media BrataPos.com.

Namun Satpam tersebut masih ngotot tidak di perbolehkan. Saat ditanya, “siapa yang membuat peraturan dilarangnya wartawan tidak boleh ngambil gambar ataupun konfirmasi.

Saya akan ijin untuk bisa konfirmasi, ungkap jurnalis BrataPos.com pada satpam. Tapi tidak di jawab oleh satpam tersebut, hanya menunjukan wajah garangnya.

Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait menghalang-halangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dalam undang-undang pers.

Dan juga menjelaskan bahwa,  dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.

Menanggapi sikap arogansi dari oknum Satpam tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat (GPN) Barisan Patriot Bela Negara (BPBN), Komandan ll Bustomy mengaku heran dan geli dengan sikap oknum satpam rumah sakit  yang menghalangi tugas juranlisme.

“Jurnalis itu bertugas memberikan infomasi kepada publik dan profesinya dilindungi undang-undang. Tentu sangat mengherankan jika ada yang menghalangi tugas jurnalis apalagi di tempat pelayanan publik seperti rumah sakit milik pemerintah,” ujar Bustomy.

Bustomy juga mengaku tidak habis pikir dengan pihak rumah sakit yang terkesan alergi dengan kehadiran jurnalis, padahal lanjut Bustomy sebagai rumah sakit yang menjadi kebanggaan warga Sampang pihak RSUD Dr Titin harus humanis serta terbuka terhadap publik.

Reporter              : Ryn/Far

Editor                    : Nurdiana

Publisher            : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA