Kurang Becusnya Pelayanan RSUD Sampang, Akibatnya Pasien Meninggal Dunia

22026

SAMPANG, BrataPos.com – Rabu (23/1/2019) Yang seharusnya RSUD tempat dimana setiap pasien mendapatkan pelayanan yang baik dan santun. Semua tidak ada pada RSUD Sampang terlalu banyaknya keluhan dari pasien yang kurangnya maksimal pelayanan yang di lakukan oleh pihak RSUD Sampang. Salah satunya warga Desa Pangelen Dusun Baban 1 Kecamatan Sampang.

Mahfud orang tua dari pasien yang meninggal sangat kecewa pada pihak RSUD Sampang. Karena ketidak becusan pelayanan yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit.

Dalam keterangannya Mahfud menjelaskan, saat itu anak saya berada dalam ruangan cempaka untuk mendapatkan perawatan. Namun kondisi anak saya tidak memungkinkan dan dari perawat memberikan stetmen supaya pindah keruangan I.C.U.

“Gini aja pak pindah ke-ruangan ICU, di situ pelayanan dokternya 24 jam,” katanya menirukan apa yang perawat ruang cempaka katakan padanya.

Tidak berselang lama dari apa yang dikatakan perawat. Mahfud pun ikuti saran dan pindah ke Ruang ICU, walaupun dengan biaya mahal demi kesembuhan anaknya. Di ruangan ICU saat pasien SF kejang dan keluar busa dari mulut belum ada penangan yang khusus.

Makfud sebagai orang tua kebingungan melihat kondisi anaknya yang lagi kritis. Salah satu seorang perawat yang di ruang ICU memberi saran supaya melaporkan ke UGD. Di ruang UGD pun tidak ditanggapi dengan baik oleh perawat.

“Saya sampai minta tolong untuk bisa melihat kondisi anak saya di ruangan ICU,l. Karena kondisinya sudah dikwatirkan, tapi pihak rumah sakit hanya mengatakan masih ada pasien. Padahal saat itu tidak menangani pasien,” ungkapnya dengan sedih di kediamannya di hadapan jenasah anaknya yang terbaring kaku.

Saya sampai berkali kali untuk bisa melihat atau memanggil dokter yang ada di UGD, namun itu tidak dihiraukan. Karena pada saat itu di ruangan ICU tidak ada dokternya.

“Sampai saat anak saya menghembuskan nafas terkhirnya tidak ada dokter yang menanganinya,” imbuhnya.

Kurang Becusnya Pelayanan RSUD Sampang Akibatnya Pasien Meninggal DuniaMendengar hal itu, Seketaris LSM Generasi Peduli Negeri H Dawam Hariri angkat bicara. Saya sesalkan atas pelayanan rumah sakit Sampang. Bukan hanya sekarang, sudah banyak keluhan terhadap pelayanan yang kurang maksimal terhadap pasien.

“Bukankah pasal 36 ayat 2 di sebutkan,” Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien atau meminta uang muka,” kata Dawam dengan kesal.

Bahkan kewajiban memberikan pertolongan kepada pasien ini juga berlaku bagi tenaga kesehatan sebagaimana di sebutkan pasal 59 ayat 1 UU no. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga kesehatan.

Pimpinan Rumah Sakit atau tenaga kesehatan yang menolak pasien dalam keadaan darurat bisa di pidana dan dikenakan denda sebagaimana di atur dalam Pasal 190 UU Kesehatan.

(1) Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 ayat 2 di pidana dengan kurungan penjara paling lama 2 tahun dan denda sebanyak Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

(2) Dalam perbuatan sebagaimana di maksud pada ayat (1) mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan tersebut dipidana masa kurungan 10 tahun dan denda sebanyak Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah), jelasnya.

Terpisah Rolis Sanjaya juga merasa geram dengan kurangnya maksimal pelayanan rumah sakit sampang. Saya mengecam keras atas pelayanan RSUD sampang, mengakibatkan hilangnya nyawa balita yang saat itu menderita DBD.

“Ini pasien umum diperlakukan seperti ini. Apalagi yang menggunakan BPJS. Pada pihak yang berwenang supaya lakukan tindakan sanksi terhadap RSUD yang pelayanannya selama ini tidak becus sehingga akibatkan kematian,” katanya dengan geram.

Saat kami konfirmasi terkait adanya pengaduan masyarakat pihak rumah sakit menghalangi dan tidak diperbolehkan masuk. Terkesan ada yang di sembunyikan.

Reporter              : Ryn/far

Editor                    : Nurdiana

Publisher            : Redaksi

Facebook Comments