Buntut Terbitnya SHM Tanah Makam, FPAD Akan Panggil Mantan Kades Sumberjo

by
keterangan foto : kanan Sukendri dan Sumarno kiri. (foto ardian)
keterangan foto : kanan Sukendri dan Sumarno kiri. (foto ardian)

BATU, BrataPos.com – Warga desa Sumberjo, Kecamatan Batu, Kota Batu merapatkan barisan. Agresifitas mereka untuk menguak dugaan manipulasi terbitnya sertifikat tanah makam dan lapangan sepak bola seluas 1,8 hektar semakin percaya diri.

Beberapa kali warga melakukan demo damai, dengan cara memasang banner di tanah yang dianggap bermasalah. Selain itu, warga juga melakukan aksi simpatik, dengan membersihkan tanah makam dan jalan menuju lokasi lahan sengketa.

Kali ini, gerakan mereka mendapat dukungan moril dari perangkat desa sumberjo. Sebut saja Sumarno, mantan ketua BPD desa sumberjo ini getol menyingkap tabir misteri tanah makam yang saat ini telah terbit SHM. Ia bertekad akan membuktikan pada warga siapa saja yang bermain atas rentetan kasus tersebut.

“Action sudah kita lakukan beberapa kali untuk mengembalikan hak warga atas tanah bengkok desa tersebut.  Dan itu selalu kita lakukan secara elegan, tanpa tindakan anarkis. Jika ini tidak ada tanggapan, ya terpaksa kita kerahkan ribuan warga sumberjo untuk demo,” ungkap Sumarno.

Pendapat berbeda diungkapkan Sukendri,  kasi pelayanan desa Sumberjo yang juga kordinator FPAD (Forum Peduli Aset Desa). Dalam waktu dekat, ia akan melayangkan surat panggilan pada Budiarto, mantan kepala desa periode 1991. Panggilan itu bertujuan untuk mengklarifikasi perihal terbitnya SHM tanah makam dan lapangan sepak bola.

“Bukti-bukti akan kita kumpulkan, sebagai bahan konfirmasi pada mantan kepala desa beserta perangkatnya periode 1991. Coba bayangkan, pak Saidi itu meninggalnya tahun 1965, tapi namanya dipakai dalam SHM terbitan tahun 1991. Ini kan janggal sekali dan ada indikasi pidana,” urai Kendri.

Rekayasa itu menurut kendri dilakukan pada warga lainnya yang namanya juga dicatut, serta tanda tangannya dipalsukan. Sekenario  itu menurutmya berjalan mulus, pasalnya saat itu mendapat suport dari Abdul Rozak mantan wakil Camat Batu  periode 1991.

“Saat ini surat panggilan kepada mereka sedang kita susun, dalam waktu dekat akan kita kirimkan. Jika panggilan pertama tidak dihiraukan ya kita luncurkan surat yang kedua dan sampai surat ketiga. Namun jika semua surat tidak ada tanggapan,  terpaksa kita datangi bersama,” ujar kendri.

Reporter : Ard

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

Facebook Comments