BPKH Menetapkan Tahun 2019 Sebagai Tahun Investasi

277

JAKARTA, BrataPos.com – Dengan membidik sektor usaha yang menunjang dalam penyelenggaraan Haji maupun Umrah Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH ) melakukan target Investasi ditahun 2019, Rabu (9/1/19) di Jakarta. Menurut Hurriyah El Islamy Anggota Badan Pelaksana BPKH dalam hubungan selulernya mengatakan bahwa pengelolaan dana  haji tersebut ” Kami akan melakukan investasikan dana haji tahun ini langsung ke Arab Saudi,” kata Hurriyah El-Islamy pada awak media.

Dalam penjelasannya, Hurriyah El-Islamy mengungkapkan, hingga Desember 2018 total dana kelolaan haji BPKH mencapai Rp 110 triliun. ” Insyaallah tahun depan BPKH menargetkan adanya peningkatan sebesar Rp.11 triliun atau menjadi Rp.121 triliun,” ungkapnya. Untuk lebih menajamkan rencana investasi, BPKH menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Regulasi Investasi Langsung di Arab Saudi, menghadirkan narasumber yang berkompeten, Muhammad Hasan Gaido, Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC). “Setelah kami pelajari masukan dari berbagai pihak, salah satunya FGD, dana haji akan diinvestasikan untuk perhotelan dan katering yang bermanfaat langsung oleh jamaah haji maupun umrah ketika musim haji berakhir,” Jelas Hurriyah El-Islamy.

BPKH Menetapkan Tahun 2019 SebagaiBPKH semakin yakin investasi di Arab Saudi tahun 2019 dapat terealisasi. ” Ini karena Muhammad Hasan Gaido secara detail dan gamblang memaparkan materinya baik penjelasan kondisi di lapangan maupun potensi bisnis di Arab Saudi,” tuturnya.“Pak Hasan Gaido itu cukup berpengalaman dan mengetahui potensi bisnis di Arab Saudi. Maka kami yakin akan terealisasi bisnis di sana,” papar Hurriyah El-Islamy.Selain itu, apa yang dilakukan BPKH mengacu pada asas pemanfaatan dana haji bagi umat. Sebab, bicara bisnis penyelenggaraan haji dan umrah tidak harus bisnis tapi juga ada nilai ibadahnya.

Kendati demikian, BPKH tetap harus menjalankan bisnisnya secara Islami (syariah), walaupun diakui pihak pengelola haji dihantui rasa khawatir dan takut, lantaran pasal 53 UU Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, jika terjadi kerugian maka ditanggung renteng baik badan pelaksana maupun dewan pengawas. “Maka wajar saja jika selama ini pihaknya sebagai pejabat pertama di BPKH terkadang maju-mundur karena berbagai pertimbangan dan kekhawatiran yang berlebihan,” tutur Hurryah El-Islamy.

Hurriyah mengakui, semangat dan keyakinan BPKH untuk bisa menginvestasikan dana ke Saudi semakin kuat. Ini lantaran besarnya opportunity (kesempatan) yang ada. Tetapi BPKH sebagai market maker yang memiliki dana besar dan dalam bentuk cash money harus bisa diolah dengan baik dan amanah. “Kalau melihat dari opportunity yang ada, Bismillah, kedepannya bakal ada BPKH Tower di Saudi sana. Mudah-mudahan sebelum dalam waktu dekat sudah ada,” imbuh Hurriyah.

Namun atas kehadiran President ISABC sebagai pembicara menjadi pemantik dan penyala bara api semangat BPKH dalam mewujudkan rencana investasi langsung di Saudi. Sementara itu President ISABC, Muhammad Hasan Gaido, mengapresiasi BPKH atas kepercayaannya melibatkan ISABC dalam upaya merealisasikan rencana investasi langsung di Saudi.

Investasi yang dipilih BPKH di Saudi Arabia diantaranya sektor usaha perhotelan dan katering sangat tepat. Karena usaha itu bersinggungan langsung dengan jamaah haji maupun umrah yang mengamanatkan dananya kepada BPKH untuk digunakan secara amanah, aman dan menguntungkan sesuai dengan syariah. “BPKH sangat tepat memilih bisnis perhotelan dan katering, karena sektor ini yang dibutuhkan para jamaah haji maupun umrah,” ujar Muhammad Hasan Gaido, Presiden ISABC.

Reporter              : Soleh

Editor                   : Nurdiana

Publisher            : Redaksi

Facebook Comments