by

4 Pemuda Warga Bungah, Menjemput Maut diawal 2019

GRESIK, BrataPos.com – Tewasnya 4 pemuda warga Bungah-Gresik akibat pesta minuman keras (miras) oplosan di pergantian tahun, membuat Polres Gresik geram atas peredaran miras di kota Santri. Terbukti atas kejelihan anggota Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut. Bahkan dari hasil penyelidikan polisi mengamankan satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kejadian kasus tersebut, bermula pada hari Kamis (3/1/2019) sekitar jam 12.00 WIB berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa diketahui terdapat 4 korban meninggal dan 4 dirawat di Rumah Sakit akibat minuman keras oplosan.

Atas informasi tersebut polisi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasil dari penyelidikan diketahui dari keterangan korban bahwa pada hari Senin (31/12/2018) sejak jam 18.00 WIB sampai dengan jam 23.00 WIB yang bertempat di pengolahan mebel milik ISM warga Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik dijadikan ajang tempat pesta minuman keras oplosan.

Ada 11 orang waktu itu sedang mengadakan pesta minuman keras untuk merayakan malam pergantian tahun baru. Jenis minuman keras yang diminum oleh korban adalah satu botol minuman keras merk Vidka Smirnoff warna merah dengan ditambahkan teh, kopi dan alkohol.

“Bahan-bahan tersebut dicampur dalam wadah dari Teko. Selanjutnya diminum oleh korban secara bergiliran sampai dengan habis. Ke-esokan harinya beberapa orang yang ikut pesta minuman keras mengeluh merasa mual dan lemas sampai dilarikan ke rumah sakit,” kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Tidak hanya 1 tersangka, barang bukti turut diamankan oleh polisi yakni 1 botol Vodka Smirnoff warna merah bekas minuman keras, 1 Teko yang digunakan untuk mencampur minuman keras, 1 buah karpet terpal yang digunakan alas, dan 1 botol alkohol dengan kadar 96 persen.

IMG-20190108-WA0015

Korban yang meninggal dalam kejadian tersebut NM (17) warga Kebomas Gresik meninggal di Rumah Sakit Fatma Medika, ZD (16), ARF (40), dan MKH (31) ketiganya diketahui warga Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik meninggal di Rumah Sakit Ibnu Sina.

Sementara polisi berhasil mengamankan 1 orang sebagai peracik dan ditetapkan tersangka yakni ISW (40) warga Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

“Tersangka disangkakan dengan pasal 204 KUHP, menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi-bagi barang, sedang diketahui itu didiankan. Dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara,” kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro didampingi Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo (8/1/2019).

Sebelumnya pada hari Minggu (30/12/2018) Polres Gresik sudah mengantisipasi melakukan penggerebekan di salah satu warung di Kecamatan Menganti-Gresik. Terdapat didalam warung tersebut minuman keras (miras) jenis arak sebanyak 26 dos dengan isi 305 botol. Tidak hanya barang bukti miras, polisi juga mengamankan 1 unit mobil Nissan X-trail Nopol L-1172-BL.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga menahan HW (54) warga Kecamatan Menganti, dan RN (40) warga Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Kedua tersangka disangkakan pasal 204 KUHP atau pasal 142 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman pidana kurungan penjara 15 tahun penjara.

Reporter : jml
Editor : nurdiana
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA