Mediasikan Kasus Sengketa Tanah Kampung Kedungturi di Polsek Tegalsari

by
IMG-20181220-WA0002

SURABAYA, BrataPos.com – Sudah banyak terjadi di daerah ataupun di kota besar permasalahan sengketa tanah atau lahan yang sering dialami oleh seseorang. Seperti yang dialami oleh keluarga ahli waris pembeli tanah yang berada di kampung KedungTuri 3/45 Surabaya, tepatnya dibelakang mall terkenal Tunjungan plaza.

Permasalahan ini timbul saat ahli waris dari pembeli tanah tersebut tidak dapat menempati tanah yang di beli oleh orang tuanya, karena dari pihak yang menempati sekarang (Setyo) tidak mau pindah, bahkan dari keluarga Setyo mengklim tanah tersebut adalah tanah miliknya.

Dengan membawa bukti jual beli tanah Raden Muhamad Sadat SH, sebagai kuasa hukum dari ahli waris pembeli tanah mendatangi tanah yang di beli orang tua kliennya di kampung kedungturi 3/45 Surabaya yang luasnya sekitar 300m2.

Hal itu dilakukan dengan harapan dapat duduk bersama dan bisa berbicara baik-baik, ternyata dari pihak keluarga Setyo tidak bisa menerima niat baik tersebut. Bahkan ironisnya dari salah satu keluarga Setyo mengerakan massa dari salah satu perusahaan tranfortasi online yaitu GOJEK untuk membantu keluarga Setyo. Rabu (19/12/2018).

Sempat terjadi ketegangan antara ahli waris pembeli tanah dengan keluarga Setyo. Untuk mecegah terjadinya keributan melalui Babinkamtipmas Bambang menyarankan keduabelapihak melakukan mediasi di Polsek Tegalsari.

Ketika terjadi mediasi tertutup antara kuasa hukum dan keluarga Setyo yang di pimpin oleh Waka Polsek Tegalsari AKP Sony dan Kanit Reskrim Zainul Seusia namun tidak ada hasil. Pasalnya dari keluarga Setyo tidak bisa menunjukan bukti-bukti yang menguatkan untuk mengklim tanah tersebut miliknya, akan tetapi dari keluarga Setyo bersihkeras mediasi di lanjutkan Jum’at besuk red bersama pengacara yang di tunjuk bersama akan menunjukan bukti-bukti kepemilikan tanah tersebut.

Menurut Raden Muhamad Sadat SH, sebagai kuasa hukum pembeli tanah mengatakan, dari keluarga Setyo meminta pertemuan lagi pada hari Jum’at untuk menunjukan bukti-bukti surat atas tanah yang di tempatinya, katanya.

Kita akan langsung kuasai lahan tersebut apabila mereka tidak dapat menunjukan bukti kepemilikan, lanjutnya.

Sementara dari keluarga Setyo bersikeras akan menunjukan bukti-bukti pada hari Jum’at, pada saat di tanya berbentuk apa surat yang akan di tunjukan pada hari Jum’at, Setyo tampak bingung untuk menjawab. “Tidak tahu suratnya berbentuk apa, Jum’at aja ketemu pengacara saya,” pungkasnya.

Reporter : Bnd/Zs

Editor : Jamal Sintaru

Publisher : Redaksi

Facebook Comments