BNN Dan Bea Cukai, Berhasil Ungkap Peredaran Gelap Narkotika

by
IMG-20181212-WA0045

JAKARTA, BrataPos.com – Badan Narkotika Nasional bersama Bea dan Cukai berhasil mengungkap dengan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis baru dikirim dari Jerman, pada hari Kamis (6/12/18) pukul 02.00 WIB di Hotel Narita Surabaya – Jawa Timur.

Menurut Deputi Pembrantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menyampaikan dalam siaran persnya, Rabu (12/12/18) di Jakarta terkait penggagalan peredaran narkotika.

“Hasil operasi BNN bersama Bea dan Cukai mengungkap peredaran gelap narkotika jenis ekstasi jaringan Kendari-Tanjung Pinang-Surabaya,” terangnya

Disamping penggagalan peredaran narkotika,Irjen Pol Arman menyampakn ini berkat kerjasama Bea Cukai yang turut membantu.

“Tim BNN mendapat informasi tentang peredaran gelap narkotika di Tanjung Pinang kemudian tim berkoordinasi dengan tim Bea Cuka Pusat dan tim Bea Cukai Tanjung Pinang untuk dilakukan penindakan,” Jelasnya.

Barang bukti yang berhasil disita diantaranya ganja cair sebanyak empat dus yang berisi 22 botol minyak dengan empat botol bermerk HEMPSEED/Canabis Sativa dipesan melalui online dan barang dikirim melalui Retouren Service Centre c/o Deutsche Post GM GERMANY.

Iapun menambahkan minyak ganja itu sudah diperiksa dilaboratorium BNN dan hasilnya mereka mengandung Canabidiol dan Dronabinol, merupakan narkotika jenis baru.

Setelah terungkap pada 6 Desember, kemudian 7 sampai 9 Desember dilakukan penyerahan di bawah pengawasan ke Surabaya.

“Narkotika tersebut di-press menggunakan mesin vacum dan ditempel di badan menggunakan korset/boddy wrapping,”

BNN berhasil mengamankan tersangka pasangan suami istri berinisial S dan F, serta dua rekannya, A dan I.

“Kemudian barang bukti lain yang berhasil disita, yakni lima bungkus ekstasi warna biru, enam bungkus ekstasi warna oranye dengan total 20.000 buti, mesin vacum merk Kris, mesin press plastik dan plastik press, bahkan dilakukan penangkapan dengan tehnik control delivery ke Surabaya dan berhasil menangkap para tersangka,” Papar Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari.

Reporter : Soleh/Hartono/Alfan

Editor : Jamal Sintaru

Publisher : Redaksi

Facebook Comments