2000 Mahasiswa UPH Dapat Pembekalan Dari KPU, Terkait Pemilu 2019

0
45

KABUPATEN TANGERANG, BrataPos.com – KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) bersama TMD Lippo Karawaci memberikan pembekalan menjelang Pemilu 17 April 2019, mendatang kepada sekitar 2000 Mahasiswa, Selasa (6/11/18) Grand Chapel UPH Lippo Karawaci Kabupaten Tangerang – Banten.

Muhammad Ali Zaenal Abidin selaku ketua KPU Kabupaten Tangerang dengan tujuan untuk memastikan mahasiswa dapat menjadi warga negara yang baik dengan menggunakan hak pilihnya, mengingat Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu sebelumnya.

“2019 Pemilu akan dilaksanakan serentak, artinya dalam 1 hari kita akan mendapatkan 5 kertas suara sekaligus yaitu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Calon Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten dan Kota, sehingga menjadi lebih kompleks,” jelasnya.

Ditambah lagi kami mendapat informasi bahwa banyaknya mahasiswa UPH yang domisili asalnya dari luar provinsi Banten sehingga penting memahami mekanisme pemilihan.

“Yang harus diingat dimana pun kalian berada, kalian tetap dapat menggunakan hak pilih kalian,” kata Ali Zaenal dihadapan Mahasiswa UPH.

Ia pun menjelaskan di Pemilu kali ini ada 3 macam jenis daftar pemilih yaitu DPT (Daftar Pemilih Tetap), DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) dan DPK (Daftar Pemilih Khusus) nerdasarkan 3 macam.

“Mereka yang berdomisili di luar Provinsi Banten dapat menggunakan hak suara di TPS sekitar wilayah Tangerang, sehingga tidak perlu pulang ke daerah asal, caranya dengan mengurus proses pindah pemilih, sehingga dapat masuk ke dalam golongan DPTb,” katanya.

Sedangkan yang masuk ke DPTb, kuncinya pastikan kalian mengecek nama kalian apa sudah terdaftar dalam DPT bisa langsung cek di www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

“Jika sudah terdaftar pastikan kalian mengurus mekanisme pindah pemilih dan mendapat formulir A.5 – KPU dengan menunjukan e-KTP ke KPU tempat kalian mengurus. Setelah mengurus prosedur ini, nanti kalian akan diinformasikan lebih lanjut di TPS (Tempat Pemungutan Suara) dimana kalian bisa memilih. Pindah pemilih ini harus dilakukan maksimal 1 bulan sebelum tanggal pemilu,” ungkapnya.

Ia pun menghimbau pada seluruh mahasiswa juga untuk mengurus formulir A.5 ini ada 2 cara utama yang bisa dilakukan. Pertama pemilih dapat ke tempat asal untuk mengurus ke KPU setempat dan mendapat formulir kedua,

“Jika keadaan tidak memungkinkan untuk kembali ke tempat asal, proses pengurusan pindah pemilih ini dapat dilakukan di KPU Provinsi Banten, yang berada di Tigaraksa. Namun sekali lagi, harus dipastikan terlebih dahulu calon pemilih sudah terdaftar dalam DPT,” terang Ali.

Berkaitan dengan ini, Ali juga menginformasikan meskipun dapat menggunakan hak pilihnya, tapi para pemilih yang akan memilih di TPS yang berbeda dengan TPS asalnya tidak akan langsung mendapat 5 kertas suara. Untuk 4 kertas suara yang berisi nama calon legislatif (Caleg) akan menyesuaikan antara dapil (daerah pemilihan) tempat ia memilih dengan domisili asalnya.

“Namun jika domisili asalnya sudah berbeda provinsi dengan TPS tempatnya memilih saat itu, sudah dipastikan pemilih hanya akan mendapat 1 kertas suara, yaitu kertas suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden,” tuturnya.

Sementara menurut Simon Mulia MPd selaku Manager Program MYC (Mission Youth for Christ) of Residence Life UPH, MYC UPH akan turut membantu mahasiswa dalam mengurus prosedur pindah pemilu mereka.

“Kami menghimbau para mahasiswa untuk segera mungkin memastikan nama mereka sudah ada di DPT dan jika belum terdaftar dapat segera menginformasikan kepada keluarga di daerah asal untuk mengurusnya di KPU setempat. Jika sudah, mahasiswa dapat melapor kepada tim MYC UPH untuk dapat dibantu dalam proses ini,” tambahnya. (Soleh/Hartono/Fatah)

Facebook Comments