by

Kepedulian Tatik Efendi Terhadap Anak Jalanan

SURABAYA, BrataPos.com – Perjalanan hidup manusia berbeda-beda, ada yang terlihat miskin tapi juga kaya. ada yang terlihat kaya tapi juga miskin, ada yang terlihat orang itu anak jalanan tapi punya pemikiran intelektual.

Seperti yang di alami oleh seorang perempuan yang selama ini sebagai anak jalanan yang seakan tidak pernah mengenyam pendidikan tapi punya pemikiran intelektual.

Janda beranak dua ini ketahui bernama Vidia (29) asal kapas sari 04/25B. sejak di meja sekolah menengah pertama sudah mengenyam kehidupan di jalanan, akan tetapi dia mengambil hidup di jalan bukan untuk kepentingan pribadinya, dia hidup di jalanan untuk melanjutkan sekolah sampai di sekolah menengah atas, dengan jalan mataku reski dari uluran tangan orang lain dengan jalan ngamen agar bisa melanjutkan sekolah sampai selesai.

Dalam pertemuan yang sangat singkat Vidia (29) mengatakan saya sudah berumah tangga selama 8 tahun tapi putus di tengah jalan karena ketidak cocokan, katanya. Rabu Malam (31/10/2018).WhatsApp Image 2018-10-31 at 22.09.35Akan tetapi kehidupan berjalan terus, saya mempunyai anak dua ini yang merupakan dan menjadi kekuatan saya, kerena saya tidak ingin anak saya seperti saya, dan juga anak saya sudah berumur 8 tahun dan yang kedua umur 4 tahun, semakin besar anak semakin besar pula biayanya, untuk itulah saya harus bisa bertahan untuk menghidupi anak anak saya, tegasnya seorang ibu dan juga bapak.

Sebagai harapan saya seorang ibu dan juga bapak semoga anak-anak saya tumbuh besar dan bisa menjadi orang baik yang berguna bagi nusa, bangsa, negara dan juga menjadi kebanggaan orang tuanya, Amin, Doanya.

Dengan berjalanannya waktu anak-anak jalanan tersebut ditampung oleh seorang Tatik Efendi SH, salah satunya Vidia (29) dan masih banyak lagi teman yang ikut bergabung.

Dengan di tampungnya anak jalanan itu dibuatkanlah angkringan yang dinamakam angkringan CINTA KASIH yang di tempatkan di jalan Bali nomer 03 Surabaya, menurut Tatik Efendi sebagai calon anggota dewan propinsi Jawa Timur, mengatakan, semua yang lakukan ini karena mencalonkan diri sebagai anggota dewan tapi saya lakukan karena panggilan jiwa yang perduli sesama, kalau bukan kita siapa lagi, katanya.

Sosok seorang Tatik Efendi SH, ini yang wajib kita pertahankan, karena di jaman komputerisasi, sudah sangat sulit kita jumpai, sosok yang punya kepedulian terhadap sesama. (Bnd/ZS)

REKOMENDASI UNTUK ANDA