Kasus Korupsi Dana Desa, Kades Segoromadu Dilimpahkan Ke Kejari Gresik

0
430

GRESIK, BrataPos.com – Kasus korupsi Dana Desa (DD) yang menyeret Kepala Desa (Kades) Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik yaitu Samsul Huda (49) warga Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, dinyatakan lengkap atau P21 oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gresik Kamis, (11/10/18).

Sekitar jam 11.00 WIB kades Segoromadu tiba di Kejaksaan Negeri Gresik yang mendapat kawalan ketat oleh Kanit dan 4 penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gresik. Kades Segoromadu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pasalnya dinyatakan pemberkasan lengkap. Saat tiba di Kantor Kejaksaan Kades Segoromadu langsung masuk ke ruang penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik.

Berselang beberapa jam kemudian sekitar jam 14.00 WIB. Kades Segoromadu keluar dari ruang penyidik yang dikawal petugas menuju mobil milik Kejaksaan untuk dibawa ke Rutan Kelas II.B Gresik (Rutan Cerme). Kades tersebut tampak mengenakan rompi tahanan kejaksaan berwarna oranye. Sementara kedua tangan tersangka diborgol tampak ditutupi jaket miliknya.

Tak lama dengan pelimpahan ini segera di sidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kasi Pidsus Andrie Dwi Subianto mengatakan pihaknya menerima pelimpahan atau tahap II dari penyidik dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gresik dengan tersangka Kepala Desa (Kades) Segoromadu. “Tersangka Samsul Huda akan segera dilaksanakan persidangan,” katanya.

Lanjut Andrie. Berdasarkan audit dari inspektorat dan PU Kabupaten Gresik ada 11 aitem proyek yang dikerjakan, diantaranya yang dikorupsi oleh kades terkait pembangunan darainase jalan poros desa, yang anggarannya 94 juta. Namun dikerjakan tidak tidak sesuai RAB, sehingga proyek tersebut selisih 74 juta dari RAB,” kata Andrie.

“Tersangka dikenakan Pasal 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka juga diancam dengan pidana penjara minimal empat tahun, maksimal 20 tahun,” ujarnya.IMG_20181011_162908Sementara Kaskan, SH, MH Penasehat Hukum terdakwa mengatakan, pihaknya mengikuti prosedur hukum yang ada, dan kami mengupayakan untuk mengajukan penangguhan. Namun kita masih mengikuti praduga tak bersalah.

“Sampai saat ini kami belum mengetahui kerugian negara yang mana, karena secara rinci kami belum tahu. Karena nanti kami akan mengupayakan untuk mengembalikan kerugian uang negara,” ucapnya.

Sebenarnya saya sudah berkali-kali mendatangi kantor inspektorat, namun tidak pernah ada di kantornya. “Tujuan saya mendatangi ke kantor inspektorat ingin mengetahui pasti secara rinci anggaran proyek yang mana dan total kerugian yang mana, sambungnya.

Perlu diketahui, Kades Segoromadu dijadikan tersangka oleh Kepolisian Reser (Polres) Gresik atas tindak pidana korupsi tiga sumber keuangan desa, yakni Pendapatan Asli Desa (PAD), Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), Bantuan Keuangan (BK), dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHP). Desa Segoromadu mendapatkan anggaran sebesar RP. 1,568 Milliar tahun anggaran 2017. Dana tersebut untuk peningkatan infrastruktur seperti Drinase dan jalan permukiman serta kebutuhan desa lainnya. Namun oleh Kades dikorupsi.

Tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 244 juta lebih dalam kasus proyek menggunakan Dana Desa (DD) yang ternyata fiktif. Dana itu awalnya sebesar Rp 1,2 Miliar lebih untuk realisasi belanja tahun anggaran 2017 dari 11 kegiatan pembangunan pada tahun 2017. (jml)

Facebook Comments