Berniat Memeras Dinas Kota Batu, Pria Yang Mengaku Wartawan Ditangkap Satreskrim Polres Batu

0
779

BATU, BrataPos.com – Sepak terjang Didik Purwanto (55 tahun) warga Kelapa Gading, Kelurahan Rembang, Blitar berakhir diterali besi. Pria penganguran ini sempat mengaku wartawan dan berniat memeras di sejumlah dinas di Kota Batu dan Malang.

Awalnya 4 september 2018 silam, BrataPos.com menjumpai salah satu Kasi di lingkungan dinas Kota Batu, dirinya mangaku resah. Pasalnya, beberapa kali handphonnya menerima sms dari seseorang yang mengaku wartawan dari media terkenal.

Merasa terganggu dengan teror oknum tersebut, awak media mensyarankan korban teror melapor ke Polres Batu.

Didampingi tiga wartawan yang biasa ngepos di Pemkot Batu, salah satu Kasi di lingkungan Pemkot Batu akhirnya lapor Polisi. Dengan sigap, saat itu Satreskrim Polres Batu menerima laporan dari korban, dengan bukti sejumlah sms yang dikirmkan pelaku pada korban.

Menurut Kasatreskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo, SH, berdasarkan keterangan dari Didik (pelaku), dia sudah melakukan aksi tipu-tipu lebih kurang 2 tahun.

“Sasarannya tak mau orang biasa, dia lebih memilih kepada kepala dinas di lingkungan pemkot Batu dan Pemkab Malang,” katanya.

Kini, dia harus bertanggung jawab atas segala perbuatannya yang telah berusaha memperdayai beberapa orang. Didik resmi memgenakan baju tahanan dan digelandang oleh petugas Polres Batu menuju ruangan Rupatama.

“Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan modus dengan cara mencari nomor telepon kepala dinas ke kantor Pemkot Batu maupun Pemkab Malang,” ujar Kasat Reskrim yang akrab dengan wartawan ini, kamis (11/10/2018).IMG-20181011-WA0046Jadi, lanjut Anton, pelaku bertanya (nomor) kepala dinas ke kantor. Setelah dapat nomor, pelaku kemudian mengirimkan SMS kepada korbannya. Sejurus dengan itu, pelaku dengan mudahnya mengirimkan pesan melui SMS.

“Isi pesannya meminta sumbangan, dengan dalih teman sejawatnya sedang dioperasi. Lalu, pelaku juga mengaku bahwa dia adalah salah satu wartawan Media ternama,” bebernya.

Saat melakukan penangkapan, sambung Anton, pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapati pelaku sedang berada di rumah kontrakannya di Blitar.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil mengamankan satu unit hand phone yang digunakan tersangka untuk melakukan aksinya menghubungi para korban. Selain Hp, Polisi juga mengamankan kartu ATM yang digunakan untuk menerima uang transferan dari korban.

“Modus operandinya wilayah Jawa Timur. Sekali minta, jumlahnya bervariasi dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, bahkan Rp 1 juta,” tambah Anton.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menyamarkan namanya menjadi Yuda. Akibat perbuatannya, pria ini dikenai pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman pidana 4 tahun  penjara. (Ardian)

Facebook Comments