Sejak Kapan Wali Kota Surabya, Alergi Wartawan

0
18

SURABAYA, BrataPos.com – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memerintahkan anak buahnya untuk mengusir salah satu wartawan televisi yang akan meliput kedatangan tim kirab nusantara GP Ansor Jawa Timur di rumah dinas Walikota, Senin kemarin (08/10/2018).

Wartawan JTV, Dewi mengaku mendapat teguran dari Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser saat akan mendekati teras rumah dinas Risma.

M. Fikser menegur kepada wartawan JTV, mulai hari ini Mbak Dewi gak usah datang kalo ada acaranya ibu (Tri Rismaharini). Teguran tersebut saat Dewi hendak meliput Kirab GP Ansor di rumah dinas Walikota Surabaya.

Saat ditegur seperti itu, Dewi kembali bertanya kepada M. Fikser selaku anak buah Risma, bahwa keinginan Risma bisa disampaikan saja ke kantor redaksi JTV, tapi langsung dijawab sama Fikser, ya nanti kita kirim surat ke kantor Sampean.

“Tadi waktu liputan kirab di kediaman, mau masuk kediaman sama Fixer dicegat, terus dia bilang mbak dewi ibu tidak berkenan kalau ada Sampean.” Kata Dewi kepada wartawan, Senin (08/10/2018).

Atas kejadian tersebut, wartawan JTV merasa dihinakan secara profesi. Bahkan, sas sus santer terdengar seringkali wartawan yang akan meliput Risma sering mendapat cacian dan makian yang benar-benar melecehkan wartawan, saat pertanyaan wartawan sedikit menohok kinerja Risma.

“Tak sepantasnya seorang kepala daerah sekelas Risma anti wartawan. Mengapa harus menyuruh anak buahnya menjegal wartawan.” Tegas Dewi.

Salah satu wartawan media online, Trishna juga menilai, kejadian yang menimpa wartawan JTV jelas melecehkan profesi jurnalis yang nyata-nyata dilindungi oleh UU Pokok Pers.

“Buat apa jutaan penghargaan yang dilekatkan ditubuh Risma, kalau masih punya mental alergi sama wartawan. Apa kata dunia?” ungkapnya. (bnd) sumber media kabar jagat

Facebook Comments