Ditengarai Tak Berizin, Warga Perum IKIP Bangun Pos di Jalan Fasum

0
133

MALANG, BrataPos.com – Warga Komplek IKIP Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang bergejolak. Pasalnya area yang berada di sebelah utara Perum IKIP Blok A, B, C dan D tepatnya yang berada di lingkungan Ex Kavling KPRI UM  mendirikan bangunan permanen.

Bangunan itu disinyalir tanpa adanya surat izin mendirikan bangunan (IMB). Bangunan tersebut posisinya di tengah jalan umum (Fasilitas Umum). Dampaknya, bangunan tersebut menutupi pemilik kavling yang posisinya terhimpit oleh Perum IKIP.

Menurut Nanang, koordinator pemilik lahan kavlingan, dirinya bersama warga lainnya membawa masalah ini ke ranah hukum. Pasalnya, bangunan liar di lahan fasum kompleks IKIP itu dinilai mengganggu pemilik lahan kavling.

Warga yang membangun tembok tersebut, dikoordinasi oleh Edy, El Khosim dan kawan-kawannya. Dampaknya, warga yang memiliki tanah kavling tidak memiliki akses jalan untuk lewat.

“Awal kejadiannya, warga perum IKIP yang berada di blok A,B,C dan D, meminta kompensasi kepada para pemilik tanah kavling. Kompensasi itu berbentuk  pavingisasi. Anehnya, kompensasi itu tiba-tiba berupah dengan meminta uang senilai Rp 900 juta. Ya, kalau konpensasinya sebesar itu, kami sangat keberatan itu benar-benar aneh,” ujar Nanang.

Nanang juga mengisahkan, kejadian tersebut berawal dari kesepakatan mereka hanya meminta pavingisasi dan PJU lingkungan komplek perum IKIP. Namun pengembang perum IKIP tidak merealisasikan itu. Buntutnya, polemik itu menimbulkan konflik, yang imbasnya merugikan pemilik tanah kavling.

Sejatinya Nanang dan para pemilik kavling sudah meminta izin secara tertulis kepada pengembang Perum IKIP untuk memakai fasilitas jalan tersebut. Namun lagi-lagi ada beberapa warga yang masih tidak menyetujuinya.

“Semua prosedur sudah kami jalani, termasuk bernegoisasi. Namun ada segelintir warga perumahan malah memeras kami dengan meminta uang Rp.900 Juta. Kami keberatan kalau nilai sebesar itu. Lebih baik, kita selesaikan saja secara hukum,” pungkasnya. (Ardian)

Facebook Comments