Desa Pangalangan Menganti, Lestarikan Budaya Sedekah Bumi

0
80

GRESIK, BrataPos.com – Sedekah bumi adalah sebuah selamatan yang diadakan sesudah panen bumi. Hal itu dilakukan sebagai tanda bersyukur kepada Allah SWT atas limpahnya hasil panen di desa, dan meminta perlindungan serta meminta kesuburan tanah agar garapan para petani lebih baik.

Selain itu juga acara sedekah bumi diadakan untuk keselamatan bumi atau tanah. Pasalnya semua yang ada didunia ini berpijak pada bumi atau tanah, sehingga warga dengan senang hati mengadakan ritual sedekah bumi karena telah memberikan kesuburan pada tanaman.

Oleh karena itu sedekah bumi juga dapat dijadikan tolak ukur, sejauh mana masyarakat mengamalkan ajaran–ajaran agamanya. Ritual sedekah bumi merupakan bagian dari budaya yang berusia ratusan tahun dan juga salah satu wujud pelestari budaya yang tidak melupakan sejarah atau asal muasal desa tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat desa Pangalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Minggu pagi (7/10/2018) seluruh masyarakat terlihat berbondong–bondong untuk menghadiri ruwa deso atau Sedekah Bumi.

Sambil membawa hasil panen bumi berbagai bentuk ancak berbagai macam buah-buahan, ikan dan ada juga yang membawa tumpeng yang dibawa kehalaman kantor desa Pangalangan.

kades pangalangan saat memberikan sambutan.
kades pangalangan saat memberikan sambutan.

Acara tersebut juga di hadiri oleh anggota DPRD Gresik Wongso Negoro, ratusan masyarakat. Ahyar Abdul Mutholib selaku Kepala Desa (Kades) Pangalangan mengatakan, mengadakan acara sedekah bumi sebagai bentuk melestarikan nilai-nilai peninggalan leluhur.

“Peninggalan nenek moyang kita jangan sampai punah terus kita lestarikan dan harus mewariskan pada anak cucu kita. Sehingga dengan diadakan sedekah bumi ini untuk menciptakan kerukunan dan kebersamaan,” katanya.

Sedekah bumi dalam artian tasyakuran dan kirim doa. Hal ini dilakukan sebagai bentuk memperingati peninggalan nenek moyang (leluhur kita). Agar mengalir ke generasi-generasi muda.

“Sederhana tapi menyentuh hati. Pasalnya adat dan tradisi dari turun temurun setiap tahun kita laksanaka. Sebelumnya diadakan acara pengajian, do’a bersama,” sambung Ahyar yang akan mencalonkan diri sebagai kades tahun 2019.

Apa yang menjadi peninggalan leluhur kita, kita wajib untuk memelihara dan merawatnya serta mengenangnya. Karena tanpa perjuangan leluhur tempo dulu kita tidak akan sejahtera seperti sekarang.

“kita harus merayakannya. Seperti bersih-bersih deso dan bersih-bersih bumi, karena yang kita makan setiap hari sumber dari bumi. Diadakan seperti ini supaya bumi itu membawa berkah.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya. Acara sedekah bumi di desa Pangalangan berbeda dengan desa-desa yang lain. Karena selain membawa ancak, acara juga dihibur okol (adu kekuatan yang merupakan pesertanya seorang perempuan). Okol merupakan kesenian adat tradisional yang terus dilestarikan oleh masyarakat Pangalangan. (jml)

Facebook Comments