Jelajah Rimba, Caleg Dari Partai Gerindra Kenalkan Potensi Wisata di Kecamatan Tandun

0
336

ROKAN HULU, BrataPos.com – Setelah muncul di postingan facebook salah satu akun mengenai potensi wisata air terjun di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, kemarin Sutriana, caleg perempuan dari Partai Gerindra dengan nomer urut 6 untuk dapil Rokan Hulu IV berangkat menuju spot yang masih belum banyak diketahui dan dikunjungi masyarakat tersebut.

Menempuh perjalanan lebih dari satu jam dari lapangan Desa Tandun, dengan mengendarai sepeda motor, perempuan yang akrab disapa Riana ini memulai perjalanan bersama beberapa orang teman dan dua orang pemandu.

Masuk dari Simpang Desa Kumain, jalan yang ditempuh mulai sedikit kurang nyaman, karena aspal jalan masuk yang sudah banyak rusak dan perlu perbaikan. Melewati rumah-rumah penduduk dan menuju bagian ujung desa yang mulai didominasi dengan kebun sawit masyarakat.

Karena perjalanan siang itu ditemai hujan, sehingga mengakibatkan jalanan kebun sawit menjadi becek dan licin. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan niat Riana dan kawan-kawan untuk tetap memacu kendaraan mereka.

Usai menembus perkebunan sawit masyarakat, mulai disuguhi pemandangan alam yang luar biasa indah. Lahan berbukit-bukit dengan dominasi sawit baru tanam menghampar luas. Namun justru medan perjalanan semakin terjal dan berat.

“Banyak teman-teman yang mau ikut serta, namun sebagian besar para emak-emak ingin membawa serta anak-anaknya dan saya rasa medan ini not recomended buat anak-anak,” tutur Riana saat ditemui Bratapos.com.IMG_20181005_145736Sampai di salah satu bukit, sepeda motor yang dibawa harus diparkirkan dan harus melanjutkan dengan berjalan kaki. Sangat disarankan kalau mau ke sini pakai sepatu sport yang nyaman, celana dan kaos olahraga.

“Dan jangan lupa bekal makanan dan minuman yang banyak,” kelakar perempuan yang baru saja memulai kiprah politik melalui Partai Gerindra ini.

Seusai memarkirkan sepeda motor, mulai berjalan kaki melewati semak belukar yang juga berbukit dan sangat licin mengikuti aliran sungai kecil yang airnya sangat jernih. Dari jarak jauh suara gemuruh air terjun sudah bisa terdengar.

“Air terjun yang saya datangi hanya setingkat, ada yang tiga tingkat tapi medannya lebih berat dan kami nggak cukup tangguh untuk sampai ke sana,” tukasnya.

Ditanya soal harapannya terhadap potensi wisata ini, Riana mengaku sangat potensial untuk dikembangkan dan punya nilai lebih terhadap pengembangan ekonomi desa.

“Potensial untuk dikembangkan, hanya saja perlu pembenahan dan perhitungan yang maksimal. Paling tidak, akses masuk jalan ke Desa Kumain harus ada perbaikan. Jika dikelola dengan baik dan benar, saya yakin bisa menjadi sumber penambahan ekonomi untuk masyarakat setempat,” tutup Riana dengan wajah sumringah sambil menunjukkan beberapa lecet di kaki usai perjalanan kemarin pada tim Bratapos.com. (red)

Facebook Comments