Akibat Cemburu Karena Cinta, Wanita Imut Diadili

0
230

GRESIK, BrataPos.com – Cemburu merupakan hal yang wajar dalam suatu hubungan percintaan. Akan tetapi ada dampak buruk jika cemburu tersebut berlebihan. seperti yang dialami oleh Retno Wahyu Lestari alis Rere (18) warga Desa Tunge, Rt.09, Rw.02, Kecamatan Wates Kota Kediri. Dia harus menjadi terdakwa lantaran terbakar api cemburu sampai gelap mata menganiaya Firnanda Dwi Permatasari (16) warga Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Remaja yang masih imut itu duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik menjalani sidang dakwaan (perdana) Kamis, (4/10/18). Wanita yang bekerja sebagai penjaga warung selama 2 tahun itu didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Prakoso dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

Sidang yang diketuai majelis hakim Agung Ciptoadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Rere dengan pasal 80 ayat (1) Jonto Pasal 76c Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Awalnya pada hari Minggu (8/4/18) korban Firnanda Dwi Permatasari (dibawah umur) bertamu ke rumah Novita Indah Mawarni di Desa Cerme Lor, Rt.02, Rw.08. Terdakwa dan kekasihnya yakni Wahyu Ilham Firmansyah juga bertamu di rumah Novita Indah Mawarni tak lain teman korban dan teman terdakwa.IMG20181004135835Dari situlah antara korban dengan terdakwa adu mulut, lantaran korban masih menjalin komunikasi terhadap kekasih terdakwa.

“Adu mulut pun terjadi. Lalu terdakwa memukul sekali dibagian mata, mencakar dua kali dan menendang korban. Dimana korban telah membuktikan dengan hasil visum dokter.

Tidak hanya itu, lanjut  Jaksa. Korban juga terdapat satu luka lecet di dahi sebelah kanan, luka lecet dahi kiri, luka lecet pipi kanan lebih kurang tiga kali, luka lecet pipi kanan bawah lebih kurang tiga kali.

“Setelah puas menganiaya, lalu terdakwa mengancam tidak boleh memberitahukan pada teman korban dan orang tua korban. Namun apa bila diceritakan, terdakwa terus mencari korban dan akan membunuh korban,” sambung JPU Budi Prakoso saat membacakan dakwaan.

Usai dibacakan surat dakwaan, majelis hakim sempat bertanya pada terdakwa yang masih imut itu. Bagaimana Terdakwa apakah kamu keberatan dan mengerti atas dakwaan jaksa, tanya hakim. Tanpa pikir panjang terdakwa menjawab dengan suara yang terbata-bata, saya mengerti dan tidak keberat pak hakim,” timpal Rere.

Dengan begitu terdakwa tidak mengajukan eksepsi, hingga sidang dilanjutkan minggu depan. Dengan agenda saksi-saksi. Tanpa disertai PH (penasehat hukum) terdakwa pun harus kembali ke tahanan rutan kelas II Banjarsari Cerme.

Usai sidang saat ditanya oleh wartawan Rere mengatakan, saya khilaf hingga melakukan seperti itu, getun aku (menyesal aku) mas. Sebenarnya saya ingin menjelaskan pada korban atas hubungan cinta saya dengan pacar, namun korban terus ngeyel (bersikukuh). Dan saya pun dikatakan balon oleh korban.

“Jadi saya marah dan emosi, karena korban berkali-kali saya dikatakan balon. Dia pun mengangguk saat ditanya wartawan tentang perselisihan cinta dengan seorang pria yang dia sayangi. (jml)

Facebook Comments