Pembangunan Sektor Kelautan & Perikanan Perlu Dituntaskan Melalui Jalur Politis

0
20

JEMBER, BrataPos.com – Indonesia tidak hanya menjadi negara maritim serta negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairan mencapai 5.8 juta km2 serta garis pantai mencapai 99.083 km (Terpanjang ke 2 di dunia).

Tetapi menurut beberapa data yang ada, bahwa Indonesia juga mempunyai potensi ekonomi kelautan dan perikanan yang sangat besar yaitu 1.3 Triliun atau setara 7 kali lipat nilai APBN 2016 (Rp. 2.400 Triliyun atau 190 Miliar).

Menurut seorang pakar kelautan indonesia Prof. Rokhmin Dahuri, sektor kelautan juga mampu membuka lapangan pekerjaan hingga 45 juta orang atau setara 40% total angkatan kerja indonesia.

“Jika melihat data tersebut, maka sektor kelautan sangat layak untuk dijadikan sebuah kekuatan ekonomi bangsa. Dan orientasi pembangunan bangsa,” katanya.

Harusnya berorientasi pada laut bukan lagi darat. Namun berbicara mengenai arah serta prioritas pembangunan bangsa, tentu sangat erat kaitannya dengan urusan politik.

“Karena bagaimanapun kebijakan serta arah pembangunan bangsa akan ditentukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan strategis serta kekuatan politik,” sambungnya.

Faktanya meski 2/3 luas wilayah Indonesia adalah laut dan potensi kelautan sangatlah besar. Postur anggaran kementerian teknis yang menangani sektor kelautan (kementerian kelautan dan perikanan) jauh lebih kecil dari pada kementerian pertanian.

“Oleh karena itu, untuk mendorong dan mengawal bangsa Indonesia agar berorientasi pada laut dan pengelolaan laut lebih optimal. Tentu selain berkampanye secara masif, orang-orang yang paham tentang kelautan dan perikanan harus mengisi posisi-posisi strategis. Posisi-posisi strategis yang masih perlu diisi oleh orang-orang kelautan dan perikanan adalah lembaga legeslatif,” pintanya.

Jika perlu orang-orang kelautan dan perikanan masuk kedalam kepengurusan partai. Karena bagaimanapun juga, pimpinan partai memiliki jalur komunikasi yang kuat kepada pimpinan lembaga negara bahkan kepada presiden dan wakil presiden.

Untuk itu saya sangat mendukung beberapa kawan-kawan serta senior-senior saya di Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia ketika memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif pada pemilu 2019.

“Saat ini mungkin jumlahnya masih tergolong sangat sedikit. Dan tiap daerah belum tentu ada. Tapi saya berharap pada pemilu berikutnya akan ada banyak lagi sarjana-sarjana perikanan yang bersedia berjuang dijalur politik,” sambungnya.

Dengan semakin banyaknya orang yang memiliki pengetahuan tentang kelautan dan perikanan di lembaga-lembaga politik. Tentu harapan selanjutnya adalah agenda pengawalan pembangunan sektor kelautan dan perikanan akan menjadi lebih masif, pungkasnya.

Facebook Comments