Banyaknya Kasus TKI Diluar Negeri, Kemenlu Gelar Bimtek di Batu

0
222

BATU, BrataPos.com – Maraknya kasus ketenaga kerjaan dan keimigrasian menjadi perhatian pemerintah. Kasus-kasus itu perlu penanganan khusus dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Dengan menggandeng para pemangku Pemerintah Daerah, Kemenlu RI gelar Bimbingan Teknis (bimtek)  permasalahan WNI. Kegiatan itu dilaksanakan di Singhasari Resort Hotel, Jalan Raya Beji, Kota Batu. Minggu (30/9/18).

Pra Bimtek  tersebut mengundang para jurnalis, dihadiri oleh Kemenlu RI yang diwakili Jeans Anes, Pembina Pejabat Fungsional Direktorat Perlindungan WNI, Disnaker Provinsi Jawa timur, BNP2TKI.

Jeans Anes, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri mengatakan, banyak aspek dalam permasalahan WNI di Luar Negeri ini yang harus disenergikan dengan para stakeholder  di daerah.

“Aspek penanganan hukum di Luar Negeri itu sangat berbeda dengan penanganan hukum di dalam Negeri. Bahkan di dalam satu Negara seperti di Malaysia, prosedur dan sistim hukumnya berbeda. WNI di Malaysia itu jumlahnya sangat banyak, maka sangat perlu untuk disinergikan pemahaman penanganannya,” terang Anes.

Masih menurut dia, salah satu poin dari Nawa Cita adalah aspek perlindungan WNI di Luar Negeri. Aspek ini menurutnya terefleksi dalam empat (4) pilar Kebijakan Luar Negeri Indonesia. Salah satunya adalah memastikan kehadiran Negara dalam memberikan perlindungan WNI di Luar Negeri.

“Selain melakukan perbaikan pelayanan public di Luar Negeri, Negara juga hadir dengan memberikan bantuan kekonsuleran bagi WNI. Mereka  yang sedang menghadapi permasalahan di Luar Negeri,” tambahnya.

Iqbal, perwakilan dari BPN2TKI juga menyampaikan, bahwasanya sepanjang tahun 2016, Kemenlu RI telah menangani 17.928 kasus WNI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.373 kasus berhasil diselesaikan.

“Berdasarkan angka tersebut, sebanyak 9.450 diantaranya merupakan kasus TKI yang bekerja pada perseorangan (Penata Laksana Rumah Tangga). Rinciannua, sebanyak 602 adalah permasalahan Pelaut yang bekerja di Kapal Ikan berbendara Asing. BPN2TKI membuka layanan aduan bebas pulsa 24 jam ke nomer 08001000,” jelas Iqbal.

Dalam menyelesaikan permasalahan WNI di Luar Negeri, dukungan 132 perwakilan RI di Luar Negeri sangat berarti. Selebihnya, dukungan berbagai pemangku kepentingan di daerah juga sangat penting.

“Sejumlah proses dan berkas pendukung perlu dipersiapkan di daerah asal WNI. Dukungan pemangku kepentingan di daerah sangat menentukan kecepatan penyelesaian suatu kasus,” imbuh Iqbal.

Budi Raharjo, perwakilan dari Disnaker Provinsi Jawa Timur ikut menimpali, dipilihnya jatim sebagai tempat kegiatan ini, karena jatim adalah salah satu daerah model dalam isu perlindungan TKI. Pada tahun 2017, sebanyak 202 ribu WNI asal jawa timur yang bekerja di luar negri.

“Sejumlah inisiatif dilakukan Provinsi Jawa Timur dalam mencegah permasalahan TKI. Dengan membuka layanan satu atap di Bandara Juanda. Tujuannya untuk meminimalisir, permasalahan yang muncul saat mereka bekerja di Luar Negeri,” tandas Budi.

Acara pembukaan bimtek akan dilaksanakan senin – rabu (1- 3/10/2018) serta dihadiri oleh Walikota Batu Dewanti Rumpoko. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dan dukungan penuh dari Pemerintah Jawa Timur, khususnya Pemerintah Kota Batu. (Ardian)

Facebook Comments