Ratusan Tenaga Honorer K2 Pamekasan, Gruduk Kantor DPRD Dan Kantor Bupati Pamekasan

0
66

PAMEKASAN, Bratapos.com – Ratusan honorer yang tergabung dalam Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Korda Pamekasan, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati pamekasan dan kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis, (20/09/2018).

Dalam aksi tersebut mereka menuntut pemerintah memprioritaskan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari tenaga honorer yang telah mengabdi puluhan tahun.

“Seharusnya pemerintah lebih memerhatikan terlebih dahulu nasib para honorer yang telah berjuang puluhan tahun,” ungkap Hambali selaku korlap aksi.

Selain itu, massa aksi juga menuntut pemerintah mencabut Permenpan RB Nomor 36 dan 37 Tahun 2018, yang mengatur batas usia tenaga honorer K2 yang mengikuti seleksi CPNS 2018.

“Jelas ini tidak adil. Bagaimana dengan nasib para guru yang umurnya sudah diatas 35 tahun, dan sudah lama mengabdi, bahkan puluhan tahun,” tambahnya.

Disamping itu, massa juga meminta agar pemerintah mengesahkan revisi UU ASN Nomor 5 tahun 2014, serta mempermudah dalam proses pengangkatannya menjadi ASN, sehingga guru honorer K2 tidak perlu melalui tes.

“Jadi kami mohon dengan sangat, aspirasi kami ditindak lanjuti,” harapnya.

Perwakilan dari honorer K2 sempat ditemui para pejabat, diantaranya Pj Sekda kabupaten Pamekasan Mohammad Alwi, Kepala Badan Kepegawaian dan SDM Lukman Heidi, Kadis Pendidikan Moh. Tarsun, Wakil Ketua DPRD, dan Ketua Komisi 1 DPRD Pamekasan Ismail SHi.

Sedangkan Pj Sekda Mohammad Alwi mengapresiasi tuntutan para honorer K2, dan akan sampaikan kepada pemerintah pusat.

“Aspirasi para honorer K2 di Pamekasan kami dukung sepenuhnya,” ujarnya.

Selain itu Kadis Pendidikan Pamekasan Moh. Tarsun sangat menyayangkan terkait bolosnya para guru honorer untuk melakukan demo.

“Seharusnya mereka mementingkan kewajibannya. Setidaknya mereka meminta ijin ke sekolah masing-masing,” ungkap Moh. Tarsun. (Anton)

Facebook Comments