by

Kejari Gresik Terus Panggil Para Saksi, Dugaan Korupsi di Dispora

GRESIK, BrataPos.com – Paska dilakukan penggeledahan kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gresik beberapa pekan lalu. Kejaksaan Negeri Gresik benar-benar menunjukkan tajinya.

Sebagai penegak hukum, Kejari Gresik kebut proses penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi anggaran tiga kegiatan seperti goes bareng Pesona Nusantara, Car Free Day dan paskibraka sebesar 200 juta.

Pemeriksaan dilakukan pada para saksi untuk mendalami kasus yang diduga setiap kegiatan di tubuh Dispora dipotong sebesar 5 persen oleh oknum Dispora. Sehingga total kerugian Negara sebesar 200 juta.

Kali ini yang diperiksa Selasa (18/9/2018) ada 3 pegawai Dispora salah satunya Nur Hayati yang menjabat sebagai Kasubbag Keuangan Dispora. Pemeriksaan sedang berlangsung di bagian Tindak Pidana Khusus Kejari Gresik.

Menurut, salah satu anggota Penyidik Pidsus Alifin N Wanda mengatakan, pemeriksaan kali ini seputar alur pencairan dana setiap kegiatan kegiatan yang diterima oleh Dispora. Prosesnya seperti apa itu yang kami pertanyakan pada para saksi. Saksi dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik Pidsus, kata Alifin N Wanda.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Gresik Pidsus Andrie Dwi Subianto dan Kasi Intel Marzuki belum dapat dikonfirmasi. Sampai berita ini ditayangkan, belum memberikan keterangan resmi terkait pemamggilan para saksi.

Perlu diketahui, Tim Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) menggeledah Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Gresik, yang satu kompleks dengan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) yang berada di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Kamis (10/09/2018) sekitar pukul 09.15 WIB beberapa waktu lalu.

Sementara Kejari Gresik Pandue Pramurkatika saat jumpa pers mengatakan, ada pencairan anggaran untuk kegiatan selama 2017 dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp.200 juta. Selama ada kegitan di Dispora diduga setiap ada pencairan dipotong 5 persen diserahkan pada oknum pejabat Dispora.

“Setelah dilihat istimasi atau dugaan perkiraan kerugian negara sebesar 200 juta. Kami melakukan penggeledahan untuk mencari bukti tambahan. Di tahun 2017 total setiap kegiatan sebesar 5 miliar. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA