Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pameksan, Wadul Ke DPRD

0
60

PAMEKASAN, BrataPos.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pamekasan melakukan aksi protes atas kebijakan Pemerintahan Jokowi – JK yang dinilai menyengsarakan rakyat kecil.

Dalam aksi kali ini HMI melakukan di Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur Selasa, (18/09/2018). Aksi tersebut digelar mulai Pukul 09.30 WIB.

Ratusan mahasiswa itu berangkat dari Arek Lancor dan Finish di Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan. Tema yang diusung kali ini ‘Selamatkan Indonesia, Lampu Merah Jokowi-JK’.

Dari beberapa tuntutan yang termasuk dalam pernyataan sikap HMI Cabang Pamekasan antara lain, keputusan serta kebijakan yang telah diambil oleh rezim Jokowi-JK, ternyata kebijakan yang telah disepakati cenderung menyengsarakan rakyat kecil.

Mulai dari naiknya harga sembako, serta naiknya BBM secara diam-diam membuat demonstran geram. Menurutnya janji-janji manis yang diucapkan oleh Jokowi-JK hanyalah sebagai bumbu untuk meraup suara rakyat dalam rangka untuk mensukseskan keinginannya menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Mereka menyebutkan, beberapa hal yang dianggap menyengsarakan rakyat diantaranya; Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Tingginya impor, naiknya harga BBM. Mengenai Penggunaan Pengeras suara di Masjid dan Musholla. Runtuhnya supremasi hukum. Berkembangnya TKA di Indonesia.IMG-20180918-WA0015Joni Iskandar Korlap Aksi, bersama aktivis lainnya langsung menyisir ruangan DPRD Kabupaten Pamekasan, tidak ditemukan anggota DPRD di dalam, entah kemana mereka pergi.

“Setelah saya cek tidak ada di dalam ruangannya, tidak tahu kemana mereka gentayangan,” ucap Joni dalam orasinya.

Terpisah Ketua Komisi 1 DPRD Pamekasan Ismail, menegaskan bahwa suara rakyat Pamekasan sama dengan suara DPRD Pamekasan. Saat ini juga kata dia akan disampaikan kepada Presiden RI.

“Suara rakyat Pamekasan sama dengan suara DPRD Pamekasan,” Tegas Ismail.

Imam Khosairi, merespon aspirasi para aksi bahwa aspirasi mahasiswa sangat membantu sekali terhadap DPRD Pamekasan.

“Aspirasi mahasiswa sangat membantu sekali terhadap DPRD,” Tandasnya.

Selain itu, para mahasiswa menuntut agar pemerintah mencabut surat edaran menteri agama mengenai penggunaan pengeras suara di Masjid dan Musholla. (Anton)

Facebook Comments