Ribuan Masa Dari Sepuluh LSM “ARBHES” Kepung KPU Sampang

0
744

SAMPANG, BrataPos.com – Aliansi sapu bersih Sampang (ARBHES) yang terdiri dari 10 LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) melakukan aksi demo di depan KPU (Komisi Pemilihan Umum), Senin (17/09/2018).

Diungkapkan sejumlah orator aksi, aksi tersebut karena KPUD Sampang telah mencoreng nama baik Kabupaten Sampang. Dalam hal gagalnya pesta demokrasi Pemilukada serentak 2018.

Akibat banyak permasalahan dan diduganya KPU tidak profesional. Sehingga Pilkada berujung sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akhirnya sangsi Pemungutan suara ulang (PSU).IMG-20180917-WA0010Korlap aksi demo, ketua LSM Gadjah Mada, Mamang menjelaskan, pihaknya sangat kecewa dengan penyelenggara.

KPU dan Bawaslu dianggap mencemarkan nama baik Kabupaten Sampang diberbagai elemen, baik Masyarakat, Pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, serta seluruh pihak yang berkaitan.

Dari masalah DPT sesuai keputusan MK, bahwa 140 ribu DPT dianggap fiktif, hingga transparansi anggaran pilkada tahap pertama sebesar 35 miliar.

Untuk itu, KPU dan Bawaslu dipaksa meminta maaf secara terbuka kepada Masyarakat Sampang, siap diperiksa pihak berwajib, siap di audit BPK ataupun KPK.

“Sudah jelas DPT Pilkada sudah dianggap tidak logis kok masih mau di teruskan prosesnya,” bebernya dengan kesal.

Sementara KPU Kabupaten SampangĀ  DPT Pemilu 2019 sudah ditetapkan 20 Agustus 2018 dengan jumlah 825.125 pemilih. Sedangkan DPT Hasil Perbaikan Pemilu 2019 (Berdasarkan Rekomendasi Bawaslu RI dan masukan DPP Parpol) ditetapkan 13/9 dengan jumlah 822.950 pemilih DPT, sambungnya.

Hal kecaman juga diungkapkan seketaris LSM Gasak, Syamheri yang mengikuti aksi demo tersebut. “KPU dan Bawaslu Gagal Total (Gatal),” kecamnya.IMG-20180917-WA0011Sebelum membubarkan diri, para demonstran membakar sebuah keranda yang disertai gambar komisioner KPU dan Bawaslu, yang diawali sholat jenazah sebagai implementasi matinya hati para komisioner KPU dan Bawaslu Sampang.

Aksi demo tersebut membuahkan hasil karena perwakilan dari KPU telah meminta maaf secara terbuka pada publik atas apa yang menjadi kesalahan oleh KPU.

“Saya pribadi dan atas nama lembaga meminta maaf pada masyarakat Sampang atas kinerja kami yang kurang maksimal,” ungkap Miftahul Rozak.

Namun disayangkan Syamsul Muarif S,E ketua KPUD dan Insiyatun Ketua Bawaslu Sampang sendiri, karena beralasan sedang rapat di Surabaya. (ryn/far)

Facebook Comments