Warga Junggo Batu Meradang, Lampu PJU Solar Cell Mati dan Accunya Diduga Hilang

0
1244

BATU, BrataPos.com – Proyek pengadaan PJU  Dinas PUPR (penerangan jalan umum dinas pekerjaan umum penataan ruang) solar cell sudah berjalan di kota Batu. Namun proyek yang dikerjakan tahun ini ada beberapa titik yang sudah padam. Selidik punya selidik, banyak accu yang hilang.

Menurut Suparman, warga Junggo Desa Tulungrejo Bumiaji Kota Batu dua minggu trakhir ada mobil Crane tangga yang melintas dikawasan Junggo. Menurut kesaksianya.

Setiap kali petugas PJU mengecek lampu,  malam hari justru lampu padam. Kecurigaan warga semakin bertambah, setelah dicek petugas PJU, pintu kotak accu selalu  dibiarkan terbuka.

Kondisi itu membuat warga meradang. Beberapa tokoh masyarakat dikumpulkan untuk menyanggong petugas yang dimaksud. Puncaknya, pada hari sabtu sekitar pukul 10.00 WIB petugas yang dimaksud datang lagi dengan mobil crane tangga, dengan memakai celana pendek  mengambil dua buah accu. Spontan warga yang berada di TKP mendatangi dan menanyakan perihal itu.

“Kita semua awalnya curiga, kok setiap kali ada petugas ngecek, pintunya terbuka. Kita datangi ramai-ramai lalu saya tanyakan, kenapa accunya diambil. Apalagi sekarang kan hari libur. Seharusnya setelah diperbaiki kan menyala, la ini malah mati semua,” jelas Suparman dengan nada tanya, sabtu (15/9/2018).

Masih menurut kesaksian Suparman, saat ditanya,  petugas PJU binggung dan berdalih pengambilan itu atas perintah atasannya. Petugas PJU juga beralibi, jika accunya tidak diambil, dikawatirkan diambil oleh warga.

Namun setalah ditanya surat tugas, petugas yang dimaksud tidak dapat menunjukkan. Menghindari kesalah pahaman dan menjaga emosi warga, petugas PJU diserahkan ke Polsek  Bumiaji.

“Aneh mas, saat ini lampu yang mati ada sekitar 16 titik. Semua dikawasan Junggo. Tadi teman-teman juga ikut naik mobil crane. Ternyata setelah kita chek keatas tiang, kotaknya kosong, accunya tidak ada,” tambah suparman heran.IMG-20180915-WA0063Sementara itu, telepon seluler Kepala Dinas PUPR saat dihubungi via teleponnya tidak diangkat. Begitu juga, Kabid PJU Ferly Syahirudin saat dikonfirmasi via hand phonenya tidak mengakui. Telpon yang masuk dari wartawan dianggapnya salah sambung.

Kapolsek Bumiaji AKP Nyoto Gelar saat dimintai keterangan tidak berada ditempat. Wartawan hanya ditemui Kanit Reskrim Ipda Widi Wijaya. Menurutnya, memang benar ada petugas PJU yang dibawa warga ke Polsek. Setelah yang bersangkutan (petugas PJU, beserta atasannya) dimintai keterangan secara detail, mereka disarankan pulang.

“Kita sudah chek dan meminta keterangan dari petugas PJU. Menurut pengakuannya, pengambilan accu atas suruhan atasannya. Tadi kita juga sudah klarifikasi ke atasannya. Atasannya juga membenarkan, bahwa itu perintahnya,” ungkap kanit reskrim. (Ardian)

Facebook Comments