Seluruh Kades Se-kabupaten Gresik, Hadiri Sosialisasi Paham Radikalisme

0
83

GRESIK, BrataPos.com – Paham Radikalisme, ekstrem dan terorisme merupakan salah satu ancaman nyata yang dapat berimplikasi pada dinamika ekonomi dan politik yang dapat menimbulkan guncangan yang tidak kecil, sehingga mampu menciptakan rasa tidak aman pada masyarakat luas.

Sementara disisi lain, kemudahan mengakses berbagai informasi dan kemudahan menyebarluaskan ide, gagasan atau bahkan hasutan dan ujaran kebencian, serta penyampaian informasi yang menyesatkan (hoax), merupakan ancaman tersendiri yang dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

Sebagai bentuk pencegahan paham radikal dan terorisme yang saat ini berkembang dan menjadi ancaman faktual bagi masyarakat Indonesia Pemkab Gresik Polres Gresik Kodim 0917 Gresik menggelar acara sosialisasi bahaya paham radikalisme dan terorisme bagi agama dan negara yang digelar Ruang Mandala Bakti Praja kantor Bupati, kemarin (13/9/2018).

Sekitar 500 orang undangan yang terdiri dari elemen TNI jajaran Kodim 0917 Gresik. Polisi dari Polres Gresik, jajaran kepala Desa, seluruh Camat, dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Muslimat, Aisyiah, LDII, MUI serta berbagai kelompok masyarakat di Gresik menghadiri acara tersebut.

Wakil Bupati Gresik Dr. Muhammad Qosim yang hadir membuka kegiatan tersebut mengaku bangga dengan kehadiran semua peserta.

“Saya menganggap anda ini sangat perduli dengan stabilitas kemanan dan stabilitas politik di lingkungan anda. Meski anda beragam dari berbagai kelompok, tapi komitmen anda untuk menjaga Gresik aman dan kondusif sangat kami banggakan,” kata Qosim.

Wabup berharap, agar kedepan masyarakat Gresik lebih waspada dalam menjaga stabilitas keamanan terutama menjelang Pemilihan Umum.

“Anda yang ada di wilayah terutama para Kepala Desa (Kades) agar lebih tahu situasi dan keadaan di wilayahnya. Hal ini untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang ada dan anda harus lebih tahu terlebih dahulu,” sambung Qosim.IMG_20180914_061520Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S Bintoro yang hadir dan memberikan sambutan setelah Wabup Qosim mengajak untuk tetap waspada. Kapolres mensinyalir masih adanya eksistensi kelompok radikal, teroris serta kelompok anti Pancasila.

“Kita semua untuk tetap waspada dan sama-sama mengantisipasinya. Mari bersama-sama berikan pengawasan terhadap aktifitas kelompok-kelompok, tiga pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kades/lurah) harus kompak dan bekerjasama memantau wilayahnya sampai dengan RW dan RT,” tandasnya.

Kapolres mengajak untuk tetap dan terus bekerjasama, tingkatkan sinergitas bersama antara Polres dan Kodim 0817 yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mengantisipasi penyebaran paham radikalisme dan terorisme, sambung Kapolres.

Sementara salah seorang Pembicara yaitu Profesor Masdar Hilmy yang juga Rektor Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya mengingatkan bahwa Teroris saat ini sudah bermetamorfosis.

“Mereka tidak tinggal dikomunitas daerah yang sudah dicap teroris, tapi mereka sudah ada di sekitar kita. Tidak berjenggot atau memakai jubah atau cadar seperti yang digambarkan selama ini, tapi sama seperti kita” tandasnya.

Untuk itu, kita harus hati-hati dan harus mengenali faham mereka yang biasanya selalu mengkafirkan kelompok lain (takfiri). Kita harus bekerjasama bersatu untuk menolak paham tersebut, sambung dia.

Ada beberapa pembicara lain yang tak kalah menarik yaitu Mantan teroris, Ali Fauzi Manzi yang saat ini menjadi Direktur Lingkar Perdamaian. Dia yang juga adik kandung Amrozi ini adalah mantan perakit bom teroris. (jml)

Facebook Comments