Ratusan Guru Honorer Wadul Ke DPRD Gresik

0
101

GRESIK, BrataPos.com – Tidak ditepati janji untuk mencairkan dana insentif sebesar Rp. 500.000. Sehingga menimbulkan geram atas janji palsu Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Pasalnya guru honorer sejak Januari 2018 belum menerima dana insentif, sehingga ratusan guru wadul ke DPRD Gresik menagih janji pencairan dana insentif sebesar Rp 500.000, Kamis (13/9/2018).

Ratusan massa guru tersebut datang ke kantor DPRD Gresik untuk menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat agar segera mencairkan dana insentif sebesar Rp 500.000 yang sebelumnya hanya Rp 250.000 per bulan.

Massa membentangkan spanduk dan poster yang berisi aspirasi para guru. Diantara bertuliskan, Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Gaji Sakmene Kapan Rabine, Guru Honorer Juga Manusia dan Kami Belum Merdeka.

Perwakilan guru non K2 secara bergantian menggelar orasi untuk menyampaikan aspirasinya. Yang intinya para guru honorer Non K2 meminta DPRD Gresik mendorong Bupati Gresik segera membuat Perbub untuk mencairkan dana insentif.

“Anggaran insentif sudah dianggarkan DPRD Gresik, yang seharusnya sudah bisa dicairkan sejak Januari 2018 tapi sampai saat ini selama 9 bulan juga belum cair,” kata Lutfi Syarifuddin (33), guru honorer Non K2 SD Negeri yang telah bekerja selama 11 tahun.

Para guru honorer mengharapkan dana insentif segera cair, karena upah setiap bulan yang diterima dirasa masih kurang cukup. Sebab, dari kegiatan belajar mengajar setiap hari selama satu bulan hanya diberi upah Rp 300.000 sampai Rp 500.000.

“Bagaimana cukup untuk membeli susu dan pampres anak yang ditinggalkan sejak pagi sampai siang hari,” imbuhnya.

Lutfi menambah, sejak beberapa bulan kemarin, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik juga dinilai kurang serius dalam mendata para guru honorer saat ada pemutihan NIG.IMG_20180913_224517Pasalnya, banyak guru yang Nomor Induk Guru (NIG) tidak terdaftar di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dengan alasan pemutihan NIG.

Namun, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mengaku kekurangan tenaga untuk mendata NIG para guru honorer.

“Kami sudah menawarkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik jika kekurangan tenaga untuk mendata NIG para guru Honorer Non K2. Kami siap untuk membantu dan mendata guru honorer Non K2 tapi alasannya masih sanggup,” imbuhnya.

Dari unjuk rasa tersebut, perwakilan massa guru akhirnya ditemui Ketua Komisi IV DPRD Gresik.

Wakil Ketua DPRD Gresik Moh Syafi AM mengatakan bahwa saat ini anggaran akan segera digedok dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Asli Daerah (P-APBD) 2018.

“Anggaran itu tidak hangus, sebelum akhir tahun akan dicairkan secara komulatif sebanyak Rp 6 Juta,” kata Syafi AM, usai pelantikan antar waktu (PAW) Achmad Nurhamim, Anggota DPRD Gresik. (jml)

Facebook Comments