Direktur LP3KND, Menilai LF Hanya “Dagelan” Semata.

0
254

BATU, BrataPos.com – Keberadaan Laskar Foundation (LF) yang terbentuk pada 11 Mei 2018 silam, patut dipertanyakan. LF adalah kepanjangan tangan dan pengelola dana Corporate Social Responsibility (CSR) di perusahaan yang ada di Kota Batu.

Direktur  Lembaga Pemantau Pengeluaran Penyelenggara Keuangan Negara dan Daerah (L3KND) Supriyadi. SH menyakini LF Hanya dagelan semata.

Menurut Supriyadi sejak dikukuhkannya LF, yang bergerak dibidang CSR tersebut, progresnya tidak jelas. Bahkan Supriyadi menduga, ada indikasi hanya untuk kepentingan politik dalam pancalegkan Pileg mendatang.

Ketua LF dipegang oleh Harry Cahyono, yang notabene adalah Manajer wisata malam,  BNS  Kota Batu. Sementara BNS adalah milik Jatim Park Group. Mana mungkin bisa berjalan transparan dan bermanfaat kepada masyarakat uang CSR itu.

“Pengurusnya juga orang-orang Jatim Park Group. Maka dari itu kami menduga, LF dibentuk hanya untuk kepentingan politik atau Caleg yang sedang di Kaderkan,” sindir Supriyadi penuh selidik. Selasa (11/9/2018).

Oleh karena itu, LSM, wartawan, masyarakat lanjut Spriyadi harus jeli dalam menyikapai terbentuknya LF. Kedepannya, dana itu harus benar-benar tersalurkan sesuai dengan mekanismenya.

“Karena saya meyakini para pengurus LF bakal beraksi pada saat perhelatan Pileg saja. Kader mereka  yang sudah siap dipertarungkan bakal menunggangi kegiatan  LF yang dimaksud,” katanya.

Sekedar diketahui, paska dibentuknya LF, pengurusnya  didominasi dari menejemen Jatim Park Group. Hal itu dibuktikan dengan pose Harry Cahyono menejer BNS di media online, dengan penguasa Jatim Park Group, Paul Sastro. Tampak pula, Walikota Batu Dewanti Rumpoko ikut berpose bersama.

Seperti dilansir media Online sebelumnya, salah satu pengurus LF memberikan pernyataan yang lantang. Bahwa LF merupakan tanggung jawab dari perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalam Jawa Timur Park Group kepada masyarakat sekitar.

Untuk itu, LF  dibentuk untuk menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan yang tergabung dalam Jawa Timur Park group. Seperti Jawa Timur Park (JTP) 1, 2 dan 3, museum angkot, eco green park.

Tujuannya sama dengan CSR  sebelumnya yang sudah dikeluarkan oleh Jatim Park grup. Semisal, Taman Baca dan Poli Gigi Amin, Pasar Parkiran, mobil Ambulance dan sebagainya.

Jadi perusahaan tidak mengeluarkan dana CSR-nya sendiri-sendiri namum di jadikan satu pintu (di sentralkan) di LF.

Sementara itu, Harry Cahyono, saat dikonfirmasi via ponselnya, dia menerima …hanya bernada hallo….hallo, saja. Pada saat dihubungi lagi, Harry tidak merespon. Sampai berita ini diturunkan, Harry Cahyono, belum merespon konfirmasi dari awak media. (Ardian)

Facebook Comments