Kurangnya Pengawasan Dinas Pendidikan Sampang, Pembangunan Rehabilitasi SDN Noreh 2 Sreseh, Diduga Tidak Sesuai RAB

0
475

SAMPANG, BrataPos.com – Sabtu 8/09/18 Proyek rehabilitasi pembangunan gedung sekolah SDN Noreh 2 Kecamatan Sreseh diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Pasalnya pengerjaan tersebut tidak sesuai dengan petunjuk teknis, lantaran bahan material jenis kayu reng untuk penyanggah genteng tidak menggunakan kayu yang sudah tertera di RAB melainkan menggunakan kayu yang kualitasnya sangat diragukan.

Pembangunan gedung rehabilitasi lanjutan sebanyak 3 lokal tersebut, menelan anggaran APBD sebesar Rp.180 juta dengan sewakelola pelaksanaannya di lakukan oleh kepala sekolah sendiri.

Kepala Sekolah SDN Noreh 2 Syamsul Arifin tidak bisa dimintai keterangan dikarenakan beliau masih ada kegiatan di luar sekolah, hanya saja salah seorang guru pengajar di SDN Noreh 2 saat diberikan himbauan bahwasan kayu yang digunakan tidak sesuai, dia hanya bisa mangguk-mangguk tanpa komentar.

Bukan hanya itu pembesiannya pun diduga tidak sesuai apa yang ada di RAB pengecoran untuk ring balok atas menggunakan besi ukuran 6 dugaan tersebut di benarkan oleh Hendik anggota LSM GMBI “iya saya kira pembesiannya pun itu tidak sesuai RAB, dan saya sudah melayangkan surat pada Dinas pendidikan untuk bisa di tindak tegas, tuturnya.IMG-20180908-WA0007Hal senada diutarakan oleh anggota Media dari Brata Pos pada saat monitoring kelapangan (Mufarrohah). “kayunya juga tidak sesuai karena yang di pakek kayu kapuk yang kwalitasnya diragukan, katanya. Dan kayu tersebut saya yakin tidak ada didalam RAB, imbuhnya.

proses pengerjaan gedung sekolah tersebut terkesan sembrono. Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya menggunakan bahan material yang jauh lebih bagus dari pada menggunakan yang kwalitasnya diragukan.

Kabiro Brata Pos Ryan Adiyanto meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang harus bertindak tegas dan jangan terkesan adanya pembiaran. “Bagaimana pendidikan mau maju, sedangkan secara kuantitas baik kualitas bangunan tersebut kurang di perhatikan,” tegasnya.

Terpisah, di SMP 1 Sreseh juga di temukan, kepala sekolah yang masih belum memasang papan nama/informasi disaat pekerjaan dilaksanakan. Dilihat dari sikap dan keberanian pelaksana proyek untuk tidak memasang papan nama, perlu dilakukan pengawasan lebih serius.

Tujuannya, untuk menjaga hasil pekerjaan yang lebih optimal,ctanpa papan nama dan tidak diketahui barapa anggarannya. Perihal proyek apapun yang sumber dananya dari negara.

harus mengacu pada UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomer 14 tahun 2008 serta Perpres nomer 50 tahun 2010 dan Perpres nomer 70 tahun 2012 yang berisi bahwa setiap bangunan yang dibiayai negara harus memasang papan proyek.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 1 Sereseh juga tidak bisa dimintai penjelasan karena masih ada kegiatan di luar sekolah, kembali hanya seorang guru ketika di mintai penjelasan oleh Brata Pos. Dirinya mengatakan, saya tidak tahu pak kalau urusan itu, dan kepala sekolah masih ada kegiatan, katanya. (hen/far)

Facebook Comments