Pemerintah Desa Ngrayudan, Optimalkan Pembangunan Rabat Jalan Pemukiman

0
54

NGAWI, BrataPos.com – Menurut narasumber Supriyanto, selaku Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, mengatakan kepada Wartawan Brata pos di lokasi kegiatan. Pembangunan jalan poros antara lain Dusun Gagar Rt.01 dan 02 dan Rw 01 Jenis rabat jalan di pemukiman warganya. dengan Volume 128×2,5×0,10 meter. Sumber dana dari Anggaran Dana Desa (DD).

Jalan ini dibangun sebagai jalan poros menuju ke pasar besar Ngrayudan, dan pasar induk Jogorogo. juga sebagai jalan perekonomian masyarakat. Disisi lain jalan ini sebagai jalan poros pendidikan menuju ke SD, MTSN, SMP yang ada di desa Ngrayudan.

Yang kedua di dusun Sanan RT 04, 09/02 sebagai jalan poros dusun ke desa Ngrayudan dengan volume 475 x 3 x 0.12 meter sumber dana dari DD. IMG-20180906-WA0011Yang ketiga di Dusun Nglorok di RT 07/03 dengan volume : 165 x 2,5 x 0,10 meter jenis rabat jalan. Jalan ini dibangun sebagai jalan poros pemukiman warga di RT tersebut, juga jalan tembus ke kantor desa. Untuk selanjutnya di Dusun Bungkus RT 02, 04/ 04 jenis paving panjang 550 meter K2,5 K06 K350 jalan poros desa.

Dan juga talud penahan tanah (TPT) di Dusun Nglorok RT 01/03 dengan volume P 194 meter, T variable L 40,30 m, terang Ketua TPK Supriyanto.

ketika dikonfirmasi tentang juknis padat karya tunai (PKT) siapa yang mengerjakan mas bagaimana upahnya?. Ketua TPK Supriyanto mengatakan ”ya mas, PKT di tempatkan di Dusun Bungkus dengan volume 283 m L 2,5 T : variable untuk HUK kami sesuaikan dengan juknisnya pekerja Rp 70.000,- tukang Rp 80.000,- mandor Rp 85.000,- diambil 30% dari anggaran baku. Untuk pekerjaan sekitar 45-90 hari, terang Supriyanto didampingi Agus Rokhi selaku pendamping desa ( TT ) desa.

Pada saat proyek berlangsung juga dipantau oleh BABINKAMTIPNAS (Mustofa) dan BABINSA (Eko) dari Polsek Jogorogo dan Koramil setempat.

Kepala desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi Suwarno yang dipanggil akrab mbah Warno membenarkan apa yang disampaikan oleh TIMLAK desa (TPK. Itu sudah benar dan sesuai dengan prosedur yang ada.

Memang kami tidak mau melanggar amanah yang sudah direncanakan. Oleh karena itu berasal dari kami untuk kami dan yang menikmati kami juga sebagai warga. Artinya dari pajak dikelola negara dikembalikan ke desa tertinggal yang menikmati warga masyarakat.

“Saya selaku kepala desa Ngrayudan menghimbau kepada seluruh warga tentang wajib pajak dan sadar pajak untuk setiap tahunnya. Karena untuk memperlancar pembangunan desa itu sendiri juga dari Pajak bumi bangunan (PBB),” terang Kepala desa Ngrayudan Suwarno pada saat dikonfirmasi oleh wartawan Brata pos diruang kerjanya. (zainal)

Facebook Comments