Terbukti Bersalah, Mantan Bos ABR Diganjar Hukuman Setimpal

0
249

GRESIK, BrataPos.com – Usai menjalani serangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Terdakwa Ahmad Fatoni (58) selaku mantan Bos Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) Gresik, pada Senin (03/09/2018) dijatuhi hukuman setimpal oleh ketua Majelis Hakim Putu Gede Hariadi pada sidang putusan.

Dalam sidang putusan itu mendapat kawalan ketat dari Polres Gresik. Mengingat dari kedua belah kubu baik dari terdakwa Ahmad Fatoni dan Nyono Budiono sebagai pelapor membawa massa ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Pada sidang putusan ini memakan waktu selama 4 jam. Pasalnya hakim membacakan semua isi amar putusan sesuai permintaan Penasehat Hukum (PH) terdakwa. Hakim pun secara bergantian membacakan amar putusan yang dimulai dari jam 12.20 sampai jam 16.00 WIB.

Satu-persatu ketiga hakim terus membacakan amar putusan. Saat ketiga hakim bacakan amar putusan terdakwa terus mendengarkan amar putusan sambil tertunduk kepalanya, sesekali hanya melirik hakim.

Menimbang dalam pemeriksaan di persidangan pada sidang sebelumnya, tidak ditemukan bukti uang hasil penjualan 4 bidang tanah yang diserahkan pada perusahaan PT. Trisula Bangun Prasada, melainkan masuk kantong pribadi. Mengadili, terdakwa telah terbukti secara sah melawan hukum.

“Menjatuhkan pidana selama 3 tahun 6 bulan memerintahkan terdakwa ditahan. Kita menyatakan terdakwa telah bersalah melanggar pasal 374 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan,” ujar ketua majelis hakim Putu Gede Hariadi.IMG_20180903_192725Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa asal Desa Kedung Sekar RT 04 RW 02, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ini, lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lila Yurifa Prihasti yang menghendaki terdakwa dijatuhi hukuman 4 tahun penjara pada sidang sebelumnya.

Setelah ketua majelis hakim Putu Gede Hariadi bacakan putusan, terdakwa diberi waktu untuk konsultasi pada Penasehat Hukum (PH) yang dikomandoi oleh Adil Pranadjaja, Muhammad Rizky Eka Putra dan Puta Dwi Nugraha.

Usai konsultasi, terdakwa langsung mengajukan banding. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lila Yurifa Prihasti mengambil sikap untuk pikir-pikir. Dengan begitu vonis hakim belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Usai ketua majelis hakim mengetok palu, terdakawa langsung digiring ke sel tahanan Pengadilan Negeri Gresik dan dikawal pihak kepolisian untuk dilakukan penahanan dan dilanjutkan dibawa ke rutan Banjarsari Cerme Gresik.

Diketahui, terdakwa diseret ke meja hijau atas laporan koleganya Nyono Budiono selaku investor properti, terkait penggelapan uang hasil penjualan 4 bidang tanah. Sementara, saat itu terdakwa menjabat sebagai Direktur di PT. Trisula Bangun Persada.

Keempat bidang tanah yang uangnya digelapkan terdakwa, antara lain penjualan tanah seluas 430 meter persegi, 2.495 meter persegi, 7.030 meter persegi dan 1.995 meter persegi, yang semuanya berada di wilayah Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik 1,4 Miliar. (jml)

Facebook Comments