GNPK – RI, Ingatkan Penyelenggara Negara Jangan Coba-Coba Korupsi

0
267

MALANG, BrataPos.com – Prahara sedang  mendera Kota Malang, terkait dugaan tindak pidana korupsi berjamaah. Kali ini yang tersangkut adalah dugaan keterlibatan puluhan kalangan Legislatif dan Eksecutif Kota Malang. Sejumlah orang itu  terancam menjadi pesakitan Lembaga Antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kenyataan itu membuat Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) miris. Pasalnya dengan kejadian tersebut, membuat agenda kerja pemerintahan Kota Malang menjadi timpang. Untuk itu, Lembaga penggiat anti korupsi itu menyerukan bagi penyelenggara negara lainnya agar jangan melakukan tindakan koruptif. Seruan lantang itu disampaikan Sekretaris GNPK RI, Jawa Timur AM, Apik Dwinugroho, SH, Senin (3/9/2018).

Menurut Apik Dwinugroho, yang sapaan akrapnya Apik ini, mengapresiasi lembaga KPK dan mendukung sepenuhnya.

“Tindakan yang dilakukan oleh KPK dalam mengungkap perbuatan korupsi yang dilakukan oleh anggota legislatif dan eksekutif di Kota Malang, sangat luar biasa. Karenanya, bisa membabat habis, para terduga penikmat uang negara,” terang Apik.

Dengan begitu, menurut Apik, ada  22 anggota DPRD Kota Malang, selain yang telah ditetapkan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, sebagian diperiksa kembali oleh KPK di Jakarta.

“Hal ini merupakan peringatan bagi anggota legislatif dan partai-partai politik lainnya, agar jangan main-main dengan uang negara. Kalau sampai melakukan korupsi, pasti akan ketahuan. Saat ini eranya  keterbukaan informasi. Masyarakat sekarang sudah cerdas melihat serta mengawasi para pejabat penyelenggara negara.  Sudah sesuai tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) masing-masing apa belum,” himbau Apik, penuh selidik.

Menurut pantauan GNPK, saat ini banyak penyelenggara Negara yang menyepelekan masyarakat dalam hal pengawasan. Apalagi yang berkaitan dengan masalah pembiayaan pembangunan (anggaran belanja). Banyak proyek pembangunan atau proyek rehabilitasi yang tidak memasang papan nama.

“Cukuplah anggota legislatif Kota Malang menjadi contoh dan peringatan bagi para penyelenggara negara lainnya. Janganlah coba coba melakukan tindakan koruptif,” pungkas Apik, seraya berpesan. (Ardian)

Facebook Comments