Warga Tuntut Pemulihan Ekonomi, “BUKAN” Buka Kembali Jarak-Dolly

0
44

SURABAYA, BrataPos.com –  Pemulihan hak ekonomi dengan cara represifitas penutupan tempat hiburan serta lokalisasi di wilaya jarak-dolly tanpa ada persiapan dan konsep peralihan sumber kehidupan masyarakat telah menjadikan warga kehilangan mata pencaharian atau menurunnya penghasilan.

Mereka yang mewakili warga jarak-dolly di Putat Jaya, Kecamatan Sawahan mengajukan gugatan lebih Rp 270 Miliar, dengan melakukan unjuk rasa damai di depan pengadilan negeri surabaya, senin (27/08/2018) sekitar jam 10.00 wib.

Aksi tersebut ditujukan untuk Wali Kota Tri Rismaharini dan Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto.

Pada gugatan pertama kita cabut, karena ada itikad baik untuk mediasi, kata S A Saputro atau Pokemon.

Angka Rp 270 milyar itu berdasarkan penghasilan warga yang hilang akibat penutupan lokalisasi pada Juni 2014, Mereka terdiri dari perwakilan pedagang kaki lima, juru parkir, SPG, pekerja operator dan lain-lain, tambanya.IMG-20180901-WA0005Bahwa janji pemerintah kota surabaya untuk segera melakukan pemulihan ekonomi serta mengembangkan sumber ekonomi baru telah gagal dilaksanakan dan hanya membuang-buang anggaran, karena tidak terkonsep dan tidak sistematis.

Hak sumber ekonomi mulai 2014, tiap pekerja atau warga beda-beda. Kami bukan ingin membuka prostitusi. Semua itu jika dijumlah lebih Rp 270 Miliar, tegasnya.

Pokemon juga menegaskan bahwa class action yang dilayangkan itu tidak ada tuntutan untuk membuka rumah musik atau prostitusi. Sebaliknya, ia mencontohkan rumah musik di Kedungdoro yang dibiarkan, tidak dirazia.

Tidak ada kami membuka rumah musik, silahkan Dolly ditutup tapi ganti rugi dibayar. Yang di Kedungdoro kok dibiarkan, sambungnya.

Bahkan isu lain yang dihembuskan bahwa warga yang menggugat tersebut adalah disebut bukan warga Putat Jaya. Ia balik menantang pembuktian jiwa yang class action tidak berKTP lokal.

Itu warga (yang menuduh) yang dipelihara oleh pemkot dan diperkaya sendiri. Jadi mereka orang bayaran yang sengaja dibenturkan dengan kita atau politik adu domba, terangnya.

Tunduk tertindas atau Bangkit Melawwan, sebab mundur bentuk penghianatan!. (Bnd)

Facebook Comments